
SAMARINDA- Puskesmas Lempake Samarinda menyediakan fasilitas rumah oksigen untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan di tengah ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Fasilitas ini dapat dimanfaatkan warga yang mengalami sesak napas dan membutuhkan bantuan oksigen medis secara gratis.
Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Samarinda dr Ismid Kusasih mengatakan, penyediaan rumah oksigen tersebut merupakan tindak lanjut arahan kementerian untuk daerah dengan kondisi pencemaran udara yang berat. Lempake dipilih karena masuk wilayah yang dinilai rawan terdampak kondisi tersebut.
“Fasilitas ini diperuntukkan bagi masyarakat yang terindikasi sesak napas dan membutuhkan oksigen. Silakan datang ke Puskesmas Lempake, pelayanannya gratis,” ujarnya, Senin (26/10).
Dia menjelaskan, ketersediaan oksigen di Puskesmas Lempake saat ini masih aman dan mencukupi untuk kebutuhan darurat maupun pelayanan rutin pasien. Pemantauan stok dilakukan secara berkala untuk memastikan pasokan tetap tersedia ketika dibutuhkan, terutama selama kondisi karhutla. “Saat ini sudah bisa melayani masyarakat,” jelasnya.
Berdasarkan data ketersediaan, Puskesmas Lempake memiliki 25 tabung oksigen dengan ukuran berbeda. Rinciannya, enam tabung berukuran besar, lima tabung ukuran sedang, dan 14 tabung ukuran kecil.
Dia menambahkan, pengadaan dan pengelolaan fasilitas tersebut sementara menggunakan dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) puskesmas. Langkah ini dilakukan untuk mendukung kesiapan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan oksigen medis.
“Kami juga menyiapkan rencana pengembangan fasilitas serupa di wilayah lain. Puskesmas Makroman disebut menjadi salah satu lokasi yang akan menyusul, dengan mempertimbangkan kebutuhan serta kondisi wilayah yang berpotensi terdampak kabut asap yakni wilayah Kecamatan Sambutan,” tambahnya.
Dia menyebut, keberadaan rumah oksigen diharapkan menjadi langkah antisipasi untuk memberikan pertolongan kepada warga yang mengalami gangguan pernapasan. Masyarakat yang merasakan sesak napas diimbau segera mendatangi fasilitas kesehatan agar memperoleh pemeriksaan dan penanganan sesuai kondisi medisnya.
“Di tengah fluktuasi kualitas udara Samarinda, ketersediaan oksigen medis menjadi salah satu upaya memperkuat kesiapsiagaan layanan kesehatan, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan mengalami gangguan pernapasan,” pungkasnya. (*)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




