Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Diskes Ingatkan Warga Waspadai ISPA dan Sengatan Panas saat Musim Kekeringan

D
PERINGATAN DINI: Diskes Samarinda terus mengingatkan masyarakat untuk meningkat kewaspadaan terhadap penyakit yang mengganggu kesehatan di musim kering.
PERINGATAN DINI: Diskes Samarinda terus mengingatkan masyarakat untuk meningkat kewaspadaan terhadap penyakit yang mengganggu kesehatan di musim kering.

Advertisement

SAMARINDA- Cuaca panas dan kondisi udara yang semakin kering selama musim kekeringan perlu diwaspadai masyarakat Samarinda. Selain meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat debu dan asap karhutla, paparan suhu tinggi juga dapat memicu sengatan panas (heat stroke).

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Samarinda dr Ismid Kusasih mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi tersebut. Terlebih, kekeringan dapat disertai peningkatan aktivitas kebakaran hutan dan lahan yang berdampak terhadap kualitas udara.

“Tetap selalu waspada terhadap situasi kekeringan dan dampak karhutla, terutama terhadap ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut),” ujarnya, Minggu (30/8).

Advertisement

Dia menjelaskan, udara kering, debu, dan asap karhutla dapat mengiritasi saluran pernapasan. Kondisi ini berpotensi memicu sejumlah gejala, mulai dari batuk, pilek, sesak napas, sakit tenggorokan hingga demam. “Kelompok yang lebih rentan antara lain anak-anak, lanjut usia (lansia), serta masyarakat yang memiliki penyakit kronis,” jelasnya.

Di sisi lain, dr Ismid berpesan agar masyarakat juga mewaspadai sengatan panas akibat paparan suhu tinggi. Kondisi tersebut dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan dan mengganggu fungsi tubuh.

“Gejalanya antara lain pusing, lemas, mual, keringat berlebihan, kulit terasa panas hingga suhu tubuh meningkat. Dalam kondisi berat, bisa menyebabkan pingsan bahkan kematian,” pesannya.

Advertisement

Dia menambahkan, untuk mengurangi risiko, agar masyarakat memperbanyak minum air putih, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, serta menutup jendela dan pintu saat udara luar berdebu atau berasap. Aktivitas di luar ruangan juga sebaiknya dihindari pada siang hari, terutama pukul 10.00–16.00 Wita. “Lebih baik menghindari potensi terjadi masalah kesehatan. Agar masyarakat juga meningkatkan kewaspadaanya,” tambahnya.

Dia memastikan fasilitas kesehatan pemerintah tetap siap menangani warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi tersebut. “Fasilitas kesehatan kami siap melayani indikasi masalah kesehatan seperti di atas,” pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, sejumlah penyakit yang berkaitan dengan saluran pernapasan, seperti ISPA, asma, dan pneumonia, menunjukkan peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.

Meski demikian, berdasarkan pantauan teknis, kualitas udara Samarinda masih dalam kondisi baik. Pengaruh asap sempat dirasakan akibat kebakaran di wilayah perbatasan, khususnya Sambutan . “Semua sudah bergerak. Kaltim juga sudah bergerak, Kota Samarinda juga sudah bergerak, sehingga pantauan udara kita senantiasa dilakukan,” pungkasnya, beberapa waktu lalu. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

   Puskesmas Lempake Sediakan Rumah Oksigen Gratis bagi Warga Sesak Napas

Puskesmas Lempake Sediakan Rumah Oksigen Gratis bagi Warga Sesak Napas

Puskesmas Lempake menyediakan fasilitas rumah oksigen untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat asap karhutla

Diskes Kenut Tracing TB, 118 Lokus Sudah Disisir

Diskes Kenut Tracing TB, 118 Lokus Sudah Disisir

Dinas Kesehatan (Diskes) Samarinda mempercepat pelacakan atau tracing tuberkulosis (TB) di sejumlah titik masyarakat.

Dua Pekan Tembus 8.609 Kasus, Penderita ISPA di Samarinda Melonjak Nyaris 30 Persen Akibat Asap

Dua Pekan Tembus 8.609 Kasus, Penderita ISPA di Samarinda Melonjak Nyaris 30 Persen Akibat Asap

Kasus ISPA di Samarinda melonjak nyaris 30 persen imbas kabut asap karhutla. Diskes catat 8.609 kasus dalam dua pekan, sekolah diimbau PJJ.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer