Cek Kesehatan Gratis di Samarinda Tembus 78 Ribu Orang, Dinkes Gencarkan Jemput Bola

Denny Saputra • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 17:54 WIB
UPAYAKAN: Kegiatan Tracing TB terintegrasi CKG di salah satu lokasi di Kecamatan Samarinda Ulu, menjadi salah satu upaya mengejar cakupan CKG di Samarinda, beberapa waktu lalu. (DENNY SAPUTRA/KP)
UPAYAKAN: Kegiatan Tracing TB terintegrasi CKG di salah satu lokasi di Kecamatan Samarinda Ulu, menjadi salah satu upaya mengejar cakupan CKG di Samarinda, beberapa waktu lalu. (DENNY SAPUTRA/KP)

SAMARINDA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda terus memperluas pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Hingga 30 September 2026, sebanyak 78.219 orang telah menjalani pemeriksaan dari 99.079 pendaftar atau mencapai 78,95 persen.

Kepala Dinkes Samarinda dr Ismid Kusasih mengatakan, capaian tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan. Namun, pemerintah daerah masih perlu meningkatkan cakupan agar sesuai dengan target nasional.

Kementerian Kesehatan menargetkan cakupan CKG sekitar 20 persen dari jumlah penduduk. Karena itu, perluasan layanan terus dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan.

“Memang kalau dilihat target, kelihatannya belum masuk. Tapi progresnya tahun ini sudah cukup baik,” ujar Ismid saat dikonfirmasi, Minggu (4/10).

Dari total pendaftar, masih terdapat 20.860 orang yang belum menjalani pemeriksaan. Mereka akan dilayani secara bertahap melalui fasilitas kesehatan yang tersedia.

Baca Juga: Disdikbud Samarinda Apresiasi Terpadu Fest 2026, Jadi Pembelajaran bagi Sekolah

“Sudah terdaftar, tinggal ditunggu dipanggil saja. Yang kita layani 78 ribu, berarti masih ada sekitar 20 ribu yang sudah terdaftar tetapi belum kita panggil,” jelasnya.

Ismid menyebut salah satu kendala pelaksanaan CKG berada pada sistem aplikasi pencatatan dan sinkronisasi data. Pemeriksaan yang sudah dilakukan masyarakat terkadang belum langsung masuk dalam sistem karena proses input membutuhkan waktu.

“Kadang-kadang mereka sudah memeriksakan, tetapi menginputnya terlambat sehingga belum masuk dalam capaian,” katanya.

Selain persoalan pencatatan, pelaksanaan CKG juga menghadapi kendala ketersediaan bahan habis pakai (BHP) yang sebagian masih disuplai pemerintah pusat.

Meski demikian, Dinkes Samarinda terus memperluas jangkauan pemeriksaan melalui pola jemput bola. CKG juga diintegrasikan dalam berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.

“Kami tidak hanya melakukan CKG di tempat, tetapi sering jemput bola. Banyak kegiatan sekarang selalu dikaitkan dengan CKG,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
dr Ismid Kusasih Berita Samarinda Hari Ini CKG Samarinda Dinkes Samarinda cek kesehatan gratis