Sempat Masuk Kategori Tidak Sehat, BMKG Minta Warga Samarinda Kenakan Masker Akibat Asap Karhutla

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 18:46 WIB
Kondisi kualitas udara Samarinda terpantau fluktuatif akibat sebaran asap karhutla di sejumlah wilayah, Selasa (6/10). (RAMA SIHOTANG/KP)
Kondisi kualitas udara Samarinda terpantau fluktuatif akibat sebaran asap karhutla di sejumlah wilayah, Selasa (6/10). (RAMA SIHOTANG/KP) 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kualitas udara di Kota Samarinda terpantau masih sangat fluktuatif dan bergantung pada kemunculan titik panas di wilayah sekitarnya. Kondisi udara sempat masuk kategori tidak sehat sejak dini hari sebelum akhirnya membaik menjelang siang.

Peralatan pemantau cuaca dan partikel udara yang terpasang di Bandara APT Pranoto mencatat penurunan mutu udara yang cukup signifikan pada malam hingga pagi hari. Kondisi tersebut dipicu oleh sebaran asap sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang bergerak di lapisan atmosfer Kalimantan Timur.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Temindung Samarinda Riza Arian mengungkapkan, perubahan tren kualitas udara di wilayah Kaltim biasanya terpantau memburuk sejak dini hari hingga menjelang matahari terbit.

"Kalau kita lihat dari dini hari hingga menjelang pagi itu ada tren peningkatan konsentrasi polutan. Beberapa minggu kemarin bahkan dari kondisi tidak sehat menjadi sangat buruk, sampai indikasi warna kualitas udara menjadi hitam," ujarnya, Selasa (6/10).

Baca Juga: Darurat Kekeringan Diperpanjang, Pemkot Samarinda Tambah Dana BTT Jadi Rp 3,8 Miliar

Namun, penurunan mutu udara tersebut perlahan mulai terurai ketika intensitas sinar matahari mulai memanaskan permukaan bumi. "Kondisi ini biasanya cenderung membaik seiring radiasi matahari yang mulai bersinar, sehingga mengangkat partikel-partikel yang ada di permukaan. Trennya sekitar pukul 09.00 sampai 10.00 Wita biasanya mulai membaik," bebernya.

Kendati demikian, potensi kabut asap kembali menebal tetap terbuka apabila titik panas baru terus bermunculan di sekitar Samarinda. "Kalau ada sumber-sumber titik panas baru di sekitar Samarinda maupun di Kota Samarinda, tentu variasinya berubah. Bisa saja bertahan dalam kondisi sedang dengan indikator warna kuning dari pagi hingga sore," jelasnya.

Berdasarkan pantauan citra satelit pada 6 Oktober 2026, hampir seluruh wilayah Kaltim telah diselimuti sebaran asap tipis hingga sedang di lapisan atmosfer. Pergerakan partikel asap tersebut dibawa oleh hembusan angin yang bergerak dari arah selatan menuju barat daya.

Baca Juga: Dua Bulan Berjibaku Padamkan Karhutla, Ratusan Relawan di Samarinda Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Menyikapi fenomena ini, BMKG meminta masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. "Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang rentan terhadap asap, untuk selalu menggunakan masker, menjaga kesehatan, serta memperbanyak minum multivitamin dan air putih," tegasnya.

Riza menambahkan bahwa situasi udara seperti ini diprediksi masih dapat berlangsung hingga masuk musim hujan. "Kondisi udara ini kita prediksi masih bisa terus berlangsung, karena awal musim hujan diprediksi masuk pada akhir Oktober dasarian ketiga sampai pertengahan November 2026," pungkasnya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
El Nino 2026 karhutla Samarinda kualitas udara Samarinda BMKG Samarinda bandara apt pranoto