KALTIMPOST.ID, Sejumlah pelanggan di wilayah Samarinda Kota akan mengalami penghentian sementara aliran listrik pada sore hingga malam Kamis ini (8/10/2026).
Aliran listrik dijadwalkan padam selama 4 jam mulai pukul 15.00 hingga 19.00 Wita.
Penghentian sementara tersebut berkaitan dengan gangguan pada sejumlah pembangkit yang berdampak terhadap sebagian pelanggan di wilayah kerja PLN ULP Samarinda Kota.
PLN menyebut, pemadaman dilakukan sementara selama proses pemeliharaan berlangsung.
Pelanggan yang masuk dalam wilayah terdampak diimbau menyiapkan kebutuhan listrik sebelum jadwal penghentian dimulai.
Baca Juga: 41 Lokasi Mati Lampu Siang Ini di Samarinda Kota: Pinang Seribu hingga Juanda Padam Sampai Sore
Berikut daftar area terdampak pemadaman listrik Samarinda Kota sore hingga malam ini, Kamis (8/10/2026):
1. Jalan Antasari sebagian
2. Jalan Siradj Salman
3. Jalan Grand Mahakam Residence
4. Jalan Siti Aisyah sebagian
5. Jalan KS. Tubun Dalam
6. Jalan Wiraguna
7. Jalan Wolter Monginsidi
8. Jalan Anggur sebagian
9. Jalan FC TK Unmul
10. Jalan Delima
11. Jalan Delima Dalam
12. Jalan Ramania Dalam
13. Jalan Wijaya Kusuma sebagian
14. Jalan Juanda 2
15. Jalan Wiraswasta
16. Jalan Letjend Suprapto sebagian
17. Jalan Ramania
18. Jalan Kemang
19. Jalan Sawo
20. Jalan Manggis
21. Jalan Cempedak
22. Jalan Bengkinang
23. Jalan Dr. Suwondo
24. Jalan Limau sebagian
25. Dan sekitarnya.
PLN ULP Samarinda Kota juga mengajak pelanggan ikut menjaga keandalan sistem kelistrikan. Salah satunya dengan mengatur pemakaian listrik, terutama ketika beban penggunaan listrik meningkat.
Imbauan tersebut berlaku khususnya pada pukul 18.00–21.00 Wita. Pada rentang waktu tersebut, pelanggan diminta mematikan peralatan listrik yang tidak sedang digunakan.
Penggunaan pendingin ruangan juga diminta diatur dengan suhu di atas 24 derajat Celsius. Pelanggan juga dianjurkan memaksimalkan peralatan yang lebih hemat energi.
Langkah tersebut diharapkan membantu penggunaan listrik secara lebih bijak sekaligus mendukung keandalan pasokan listrik di wilayah Samarinda. (*)
Editor : Almasrifah