KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Digitalisasi di dunia pendidikan menuntut guru terus beradaptasi, terutama dalam penggunaan aplikasi untuk pelaporan, perencanaan hingga pengawasan. Namun, kemampuan penguasaan teknologi di kalangan guru Samarinda dinilai masih belum merata.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda Eko Suprayetno mengatakan, peningkatan kualitas guru menjadi bagian dari visi dan misi Wali Kota Samarinda dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul.
Baca Juga: Dispora Kutim Dorong Atlet Panjat Tebing Evaluasi Diri Usai National Climbing Series
Menurutnya, guru dari generasi lama menghadapi tantangan lebih besar dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Karena itu, penguasaan teknologi menjadi kebutuhan mutlak agar tidak tertinggal.
"Untuk generasi lama seperti saya, yang berada dalam masa transisi menuju generasi milenial, memang harus berjuang keras beradaptasi dengan kemajuan teknologi," ujar Eko.
Baca Juga: Tekanan Sektor Tambang Dorong Peralihan Penumpang Pesawat ke Angkutan Laut
Eko menyebut, peningkatan kapasitas guru telah diprogramkan melalui pelatihan Disdikbud dan lembaga terkait, seperti Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) serta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
Meski demikian, dia mengakui pelaksanaannya belum maksimal. Di lapangan, masih ditemukan guru yang belum terbiasa mengoperasikan teknologi.
"Sudah dilakukan, hanya saja mungkin masih belum maksimal sehingga masih kita temukan ada sosok-sosok guru yang mungkin belum melek teknologi," katanya.
Baca Juga: Kuatkan Tata Kelola dan Transparansi, Diskominfo Kubar Luncurkan Inovasi Sakti Plus
Dia menjelaskan, hampir seluruh proses administrasi pendidikan kini berbasis aplikasi. Jika kemampuan digital tidak merata, pekerjaan berisiko hanya bergantung pada satu atau dua orang yang menguasai teknologi dalam satu unit kerja.
Karena itu, Eko berharap seluruh guru di Samarinda mampu mengoperasikan sistem digital yang diterapkan pemerintah pusat maupun pemerintah kota, sehingga pelaksanaan tugas pendidikan berjalan optimal.
"Harapan kami, semua guru di Kota Samarinda ke depannya sudah tidak ada lagi masalah penyesuaian ataupun tidak bisa mengoperasikan teknologi yang diciptakan, baik dari kementerian maupun Pemerintah Kota Samarinda sendiri," pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki