KALTIMPOST.ID, Polri akan memberikan pendampingan kepada Cut Intan Nabila, korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari suaminya, Armor Toreador, berupa bantuan trauma healing.
Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri mengatakan, langkah ini diambil untuk memberikan dukungan moral bagi ibu dan anak yang menjadi korban.
“Tentunya kami dari Polri akan memberikan dukungan moral serta pendampingan kesehatan jiwa ibu dan anak-anaknya melalui trauma healing,” kata Trunoyudo, Rabu (14/8).
Ia menyebut, korban kekerasan dalam rumah tangga seperti yang dialami Cut Intan Nabila perlu mendapatkan perhatian karena bisa menyebabkan trauma berkepanjanga. Jika tidak ditangani secara cepat akan mengganggu kesehatan dan jiwa korban. Sehingga, perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan dan trauma healing ini.
Diketahui, kasus KDRT itu terbeber usai Cut Intan Nabila mengunggah video kekerasan yang dia alami yang dilakukan Armor Toreador, suaminya sendiri di akun media sosial pribadinya.
Unggahan yang dia posting langsung menarik perhatian publik. Di video itu tampak Intan dan suaminya terlibat percekcokan di dalam kamar. Intan beberapa kali mendapat pukulan. Walau sudah berteriak, suaminya tetap memukulnya hingga sang anak yang berusia satu minggu itu juga mendapat tendangan.
“Selama ini saya bertahan demi anak. Ini bukan pertama kalinya saya mengalami KDRT. Saya menyimpan puluhan video lain sebagai bukti,” tulis Intan.
Editor : Hernawati