KALTIMPOST.ID, JAKARTA- Siti Hardiyanti Rukmana atau kerap disapa Mbak Tutut merupakan anak pertama dari Presiden kedua Indonesia Soeharto. Zaman Orde Baru, mbak Tutut punya banyak lini bisnis berskala nasional dan internasional.
Tutut Soeharto memang tidak segesit ketika Soeharto masih menjadi presiden pada zaman Orde Baru. Apalagi Dalam usia 76 tahun, dia lebih memilih mengurus cucu-cucunya dibandingkan aktif membangun jaringan perusahaan.
Meski tidak lagi aktif dalam dunia usaha jejak digital perusahaan perusahaan Tutut Soeharto masih terlihat. Salah satunya PT Citra Lamtoro Gung Persada dalam menggarap pembangunan dan pengelolaan jalan tol. Kala itu rata-rata pembangunan jalan tol dikuasai grup PT Citra.
Bahkan 1993 lalu, pernah diberitakan PT Citra berencana membangun jalan tol di Filipina bekerja sama dengan BUMN setempat. Proyek tersebut bernilai mencapai Rp 276 miliar. Kini tidak diketahui kepemilikan saham Tutut Soeharto di PT Citra.
Gurita bisnis yang dibangun Tutut Soeharto sempat membuat namanya masuk dalam daftar 130 orang terkaya di Indonesia. Di balik kiprah sukses Mbak Tutut menjalankan bisnis, ternyata wanita kelahiran 23 Januari 1949 tersebut juga pernah terlilit hutang sampai triliunan. Krisis moneter dan peralihan kekuasaan dari orde baru ke reformasi turut membuat TPI bangkrut.
Kepemilikan Tutut atas saham TPI membuatnya harus gulung tikar. TPI berpindah tangan pada tahu 2005 dan Tutut dililit hutang.
Pada 2010 Tutut digugat pailit oleh Capital Investment Limited (Literati), buntut kasus utang piutang TPI yang mencapai Rp1,6 triliun.
“TPI sebagai stasiun TV baru saat itu mengalami penurunan keuangan bahkan lebih buruk dari waktu ke waktu”, ujar Polemik dikutip Hops.ID pada 2 Juni 2024.
Sebagai pemilik aset PT Citra, Tutut digugat karena tidak membayar hutangnya sebesar Rp 1,6 triliun bahkan setelah PT Citra berpindah tangan ke Literati.
Belakangan diketahui bahwa dirinya sudah bukan lagi pemilik saham PT Citra, kini Mbak Tutut pun bisa duduk tenang.
Selain pemilik saham TPI, bisnis Tutut merambah ke banyak bidang termasuk bisnis pengelolaan jalan tol. Rentetan kekayaan Tutut juga dihasilkan dari bisnis di bidang pertanian, perbankan, penggilingan tepung terigu, energi listrik, hingga perdagangan gula.
Kalkulasi keuntungan dari gurita bisnis Tutut ini membuatnya memiliki kekayaan sebesar Rp 2,9 triliun.
Editor : Uways Alqadrie