KALTIMPOST.ID, Momen penuh emosi terjadi saat Maia Estianty menyaksikan putra sulungnya, Ahmad Al Ghazali, melakukan sungkem menjelang hari pernikahannya.
Dalam prosesi yang sakral dan sarat makna itu, Maia tak mampu membendung air mata ketika Al Ghazali bersimpuh di hadapannya.
Cuplikan video yang tersebar di media sosial memperlihatkan bagaimana tangis haru tak bisa ia sembunyikan, bahkan saat mencoba menyampaikan pesan yang tulus dari hati terdalamnya.
"Ahmad Al Ghazali, hari ini engkau bersimpuh di hadapanku, membawa hidupku menuju seluruh lembaran baru," ucap Maia dengan suara bergetar, seperti terekam dalam video yang viral di media sosial.
Bagi Maia, melepas putra tercinta bukanlah hal mudah. Ia mengungkapkan betapa beratnya merelakan tangan kecil yang dulu selalu ia genggam, kini akan digenggam oleh orang lain.
"Bunda harus merelakan lagi tangan kecil yang dulu pernah kugenggam saat aku melahirkan, kini akan digenggam oleh orang yang akan menjadi teman hidupmu," tutur Maia, menahan haru.
Tak hanya itu, Maia juga meminta maaf kepada Al Ghazali karena merasa belum bisa menjadi orang tua yang sempurna.
"Maafkan bunda ya sayang kalau bunda belum bisa menjadi orangtua yang sempurna," katanya, air mata masih membasahi pipi.
Di momen tersebut, Maia juga memaafkan segala khilaf putranya sejak kecil. Ia menegaskan, tidak ada luka di hatinya selain rasa rindu yang kini akan terasa berbeda.
"Bunda juga memaafkan segala khilaf dan kurangnya Al Ghazali sejak kecil, dengan ini tidak ada luka di hati ini selain rindu yang akan berbeda rasanya setelah hari ini," ungkap Maia.
Menjelang pernikahan Al Ghazali, Maia memberikan nasihat penuh makna. Ia meminta Al Ghazali untuk selalu menjaga dan menggenggam tangan calon istrinya, Alyssa, baik dalam suka maupun duka.
"Ke depan, genggamlah tangan Alyssa, bukan hanya saat berbahagia tapi juga saat lemah," pesan Maia, menutup sambutannya.
Sebelum prosesi sungkem, Maia sempat membagikan isi hatinya melalui akun Instagram pribadinya.
Dalam caption penuh cinta dan keikhlasan, Maia menulis, "Sebentar lagi, bukan aku yang menggandeng tanganmu di pelaminan.. tapi cintamu, masa depanmu yang baru.. Tapi hatiku tetap menggenggam erat semua kenangan: tangisan pertamamu, langkah kecilmu yang belajar berjalan, tawa polosmu yang dulu memenuhi kebahagiaanku..." ***
Editor : Dwi Puspitarini