Apa Itu Vape Etomidate? Zat yang Bikin Jule Ditangkap, Ternyata Bisa Berujung Kematian

Almasrifah • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 20:47 WIB
Selebgram Julia Prastini alias Jule ditangkap Polresta Bandara Soekarno Hatta atas temuan vape etomidate.
Selebgram Julia Prastini alias Jule ditangkap Polresta Bandara Soekarno Hatta atas temuan vape etomidate.

KALTIMPOST.ID, Nama Julia Prastini atau Jule terseret dalam kasus vape yang mengandung etomidate.

Selebgram tersebut ditangkap Polresta Bandara Soekarno-Hatta setelah polisi mengembangkan perkara yang sebelumnya mengarah pada dua perempuan yang diduga menjual vape etomidate kepada dirinya.

Jule ditangkap pada Senin di sebuah apartemen di Jakarta Selatan. Kasatresnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta AKP Michael Tandayu membenarkan penangkapan tersebut.

“JP ditangkap pada hari Senin di apartemen, Jakarta Selatan,” kata Michael.

Penangkapan itu merupakan hasil pengembangan dari pemeriksaan terhadap dua perempuan yang sebelumnya diamankan karena diduga menjual vape berisi etomidate kepada Jule.

Baca Juga: Ada Apa dengan Ariel dan Wulan Guritno? Pelukan dan Cium Pipi Jadi Sorotan di Perayaan Ultah

Dari pemeriksaan tersebut, polisi menemukan adanya komunikasi dengan pihak yang diduga sebagai pemasok lebih besar. Polisi juga memperoleh bukti pemesanan yang dilakukan Jule.

“Pada saat itu kebetulan artis JP itu sedang memesan. Jadi, kita ke apartemen [JP], ternyata ada vape etomidate,” terang Michael.

Dari perkara tersebut, perhatian kemudian mengarah pada zat yang terdapat dalam vape itu. Etomidate bukan zat yang sejak awal dibuat untuk digunakan melalui vape.

Zat tersebut merupakan obat anestesi yang digunakan dalam penanganan medis, terutama pada kondisi pasien yang membutuhkan tindakan cepat.

Etomidate bekerja dengan cepat pada sistem saraf pusat dan dapat membuat pasien kehilangan kesadaran dalam waktu singkat.

Dalam penggunaan medis, obat ini relatif tidak banyak memengaruhi fungsi jantung dan tekanan darah sehingga dapat digunakan pada pasien dengan kondisi tertentu.

Masalah muncul ketika etomidate digunakan di luar kebutuhan medis, termasuk dicampurkan ke dalam vape.

Zat tersebut dapat memberikan efek sedatif sehingga pengguna bisa merasakan tubuh lebih rileks, tenang hingga muncul sensasi fly.

Berbeda dengan penggunaan dalam prosedur medis, pemakaian melalui vape membuat dosis yang masuk ke tubuh tidak terkontrol.

Risikonya pun tidak sederhana. Beberapa efek samping yang dapat muncul akibat penyalahgunaan etomidate meliputi:

Gangguan kesadaran dan fungsi otak

Pengguna dapat mengalami penurunan kesadaran, sulit dibangunkan hingga koma. Efek lain berupa kebingungan, perubahan perilaku, halusinasi, dan gangguan ingatan juga dapat terjadi.

Penurunan tekanan darah dan gangguan irama jantung

Penyalahgunaan etomidate dapat menyebabkan tekanan darah turun secara tiba-tiba, tubuh lemas, pusing hingga pingsan. Gangguan irama jantung juga dapat muncul.

Gangguan pernapasan

Etomidate bekerja pada sistem saraf pusat yang mengatur pernapasan. Jika digunakan tanpa pengawasan medis, pernapasan dapat melambat drastis, menyebabkan tersedak hingga berhenti bernapas. Kekurangan oksigen akibat kondisi tersebut dapat berujung pada kerusakan organ.

Gangguan fungsi kelenjar adrenal

Etomidate dapat menekan produksi hormon penting dari kelenjar adrenal. Gangguan tersebut dapat meningkatkan risiko infeksi berat, kelemahan, dehidrasi hingga penurunan kesadaran.

Overdosis hingga kematian

Penggunaan dengan dosis yang tidak terkontrol meningkatkan risiko overdosis. Dalam kondisi berat, gangguan pernapasan maupun fungsi jantung dapat berujung pada kematian mendadak. (*)

Editor : Almasrifah
Sumber : Alodokter.com
vape Etomidate Jule Julia Prastini vape etomidate