Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Dirut Pertamina Tinjau TA Revamp di Kilang Pertamina Unit Balikpapan, Bangga Inovasi Pekerja Milenial

Ajie Chandra • Sabtu, 6 April 2024 | 15:00 WIB
APRESIASI: Inovasi yang menghasilkan produk Labsol -05 ini tidak hanya menarik perhatian manajemen PT KPI Unit Balikpapan namun juga jajaran Board Of Director PT Pertamina Group memberikan dukungan.
APRESIASI: Inovasi yang menghasilkan produk Labsol -05 ini tidak hanya menarik perhatian manajemen PT KPI Unit Balikpapan namun juga jajaran Board Of Director PT Pertamina Group memberikan dukungan.

BALIKPAPAN - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan terus mengembangkan inovasi demi mencapai tujuan perusahaan untuk menjadi Green Refinery. Salah satu inovasi hadir dari kelompok atau gugus Continuous Improvement Program (CIP) yang merupakan suatu program bagi insan Pertamina dan pekerja untuk melakukan inovasi berpartisipasi mengelola permasalahan di lokasi pekerjaan demi meningkatkan efisiensi kinerja.

PC-PROVE BTS (Better Than Solvent) adalah satu gugus yang terdiri dari enam orang pekerja yang mayoritas merupakan pekerja di Bagian Laboratorium Fungsi Engineering & Development. Berawal dari keresahan operator analis di laboratorium PT KPI Unit Balikpapan akan analisa sedimen dan air pada crude oil (minyak mentah) yang sering terhambat.

“Keterlambatan itu dikarenakan stok solvent pelarut analisa yang berupa toluene sering habis akibat proses pengadaan yang sulit dan dengan biaya yang tidak sedikit,” ungkap Ketua PC-PROVE BTS Jaka Oktasanova, Jumat (5/4).

Berawal dari permasalahan analisa Sediment & Water (S&W) merupakan pengujian dengan penggunaan Toluene terbanyak dibanding analisa lain di LAB RU V Balikpapan, ditinjau dari permintaan analisa baik internal maupun eksternal. Dengan meningkatnya permintaan Analisa S&W, namun tidak dibarengi dengan stok solvent toluene yang selalu tersedia untuk Analisa karna pengaadan yg lama, ditambah harga yang mahal menyebabkan biaya operasional membengkak.

“Karena hal tersebut kami khususnya para pekerja laboratorium selalu berupaya mencari solusi dengan menggantikan solvent pelarut toluene dengan pelarut yang kami buat sendiri formulasinya. Penelitian dan riset yang telah dilakukan sejak Januari 2023 didapatkan kesimpulan bahwa produk inovasi yang kami beri nama Labsol-05 ini bisa menggantikan toluene dengan harga yang lebih murah dan stok bahan baku yang selalu tersedia karena berasal dari kilang PT KPI Unit Balikpapan tidak seperti toluene yang harus impor,” sambung Jaka.

Inovasi yang menghasilkan produk Labsol -05 ini tidak hanya menarik perhatian manajemen PT KPI Unit Balikpapan. Melalui kegiatan Bincang Millenials dan Gen Z yang dilakukan setelah pelaksanaan kegiatan Manajemen Walktrough (MWT) dan Safari Ramadan, jajaran Board Of Director PT Pertamina Group memberikan dukungan dan apresiasinya.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati saat menjawab pertanyaan pada acara tersebut mengungkapkan rasa bangganya, “Saya bangga sekali deh dengan perwira muda kita dari Laboratory RU V, mengembangkan produk yang lebih ramah lingkungan. Jadi kualitasnya even lebih baik dibanding yang kita impor selama ini. Jadi terima kasih selamat ya, tentu kita support. Seperti halnya program-program sinergi lainnya, produk ini harus digunakan di yang lain,” kata Nicke.

Menurut Nicke Inovasi produk Labsol-05 ini merupakan inovasi yang baik, menghadirkan solusi salah satunya dari segi finansial yang dinilai cukup efisien. Nicke juga akan terus mendukung inovasi ini melalui sinergi antar unit kilang Pertamina lainnya jika dinilai lebih baik secara kualitas daripada harus melakukan impor.

Editor : Muhammad Ridhuan
#inovasi #kilang Pertamina Balikpapan #pertamina #balikpapan