SAMARINDA - Yayasan Pendidikan Perkebunan Yogyakarta (YPPY) melalui Politeknik LPP memberikan pelatihan khusus kepada petani sawit dari Kutai Timur (Kutim). Pelatihan tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Ditjenbun Kementerian Pertanian.
Ketua panitia pelatihan Sakti mengatakan tujuan dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Pertama, meningkatkan pengetahuan serta kemandirian tenaga kerja. Kedua, meningkatkan manajerial perkebunan sawit. Ketiga, mendukung program sawit yang berkelanjutan. "Indonesia merupakan produsen sawit terbesar. Jadi kami bekerjasama dengan BPDPKS dan Ditjenbun mengadakan pelatihan untuk meningkatkan SDM petani sawit Kutai Timur," ujarnya. Lebih lanjut, sasaran utama dalam pelatihan tersebut yakni pekebun sawit, sehingga paling tidak, skill mereka dapat berkembang secara bertahap melalui pelatihan tersebut.
Sementara itu, Oni Aprianto dalam sambutannya selaku perwakilan YPPY yang sekaligus sebagai Wakil Direktur III Politeknik Yogyakarta mengapresiasi para peserta yang hadir dalam kegiatan pelatihan tersebut. "Kami juga menghadirkan narasumber atau praktisi yang profesional, untuk melatih para petani sawit di Kutim," imbuh Oni. Kemudian, ia juga mengapresiasi Dinas Perkebunan Provinsi Kaltim, mengingat banyaknya penambahan perkebunan kelapa sawit yang semakin progresif. "Fokusnya saat ini adalah perkebunan rakyat, jadi bukan korporat. Karena sejauh ini yang lebih membutuhkan pendanaan adalah petani petani kecil," kata Oni.
Pembukaan pelatihan kali ini dihadiri oleh Ditjenbun dan BPDPKS melalui daring, hadir pula secara luring Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Kutim yang diwakili oleh Abdul Gani Sukkara dan Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Kutim yang diwakili oleh Andi Siddik.
Dalam sambutannya Sekretaris Disbun Kutim Abdul Gani Sukkara juga membeberkan bagaimana progres peningkatan perkebunan kelapa sawit di Kutim saat ini. "Semakin meningkat dan banyak perubahan. Pembinaan dan pelatihan ini menjadi penting bagi petani sawit di Kutim, diharapkan kondisinya akan dapat meningkat khususnya perekonomiannya," ujarnya.
Peserta terlihat sangat antusias mengikuti pelatihan ini. “kami berharap pelatihan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, kami berharap bahwa pelatihan ini akan berdampak baik bagi kami para petani sawit khususnya dalam meningkatkan hasil sawit sehingga bertambah pula taraf kehidupan kami. Kami ucapkan terimakasih kepada BPDPKS dan semua yang telah menyelenggaran pelatihan ini,” ujar salah satu peserta pelatihan.
Sebagai informasi, pelatihan dilaksanakan di Samarinda, diikuti 66 peserta yang terbagi dalam dua angkatan (batch). Masing-masing angkatan diisi oleh 33 peserta pekebun sawit. Pelatihan kali ini diberikan khususnya kepada pekebun sawit di Kecamatan Rantau Pulung dan Bengalon, Kutai Timur.
Editor : Rendy Fauzan