KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN-PT Etam Bersama Lestari (EBL) kembali meraih penghargaan dari Pemprov Kaltim. Apresiasi itu berkat peran aktif perusahaan mencegah kebakaran lahan dan kebun (karlabun) di Kutai Timur.
Penghargaan yang didapat EBL itu merupakan apresiasi dari Pemprov Kaltim kepada perusahaan yang berhasil menjaga area perusahaan dan sekitarnya bebas dari api pada 2023.
Penghargaan diberikan langsung oleh Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik dalam Rapat Koordinasi Perkebunan (Rakorbun) Kaltim Tahun 2024 bertajuk Penguatan Peran Sub Sektor Perkebunan melalui Diversifikasi Hasil Komoditas Unggulan Strategis yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan di Balikpapan, Senin (15/7).
Akmal menjelaskan perkebunan sawit merupakan komoditas unggulan dan dominan di Kaltim. Sawit merupakan penyumbang terbesar ekspor non-migas Benua Etam. Ia turut menekankan bagaimana perkebunan sawit di provinsi ini dilakukan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Rafiddin Rizal berharap rakorbun bisa menjadi ajang sinergi dalam mendorong pertumbuhan perkebunan sawit di Kaltim.
“Hasil yang diharapkan dari Rakorbun Se-Kaltim Tahun 2024 adalah tersusunnya kerangka kerja yang komprehensif dalam mendukung peningkatan ekonomi daerah dan nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan,” ungkap Raffidin.
General Manager EBL Heri Suhanta Hernanda berterima kasih atas apresiasi yang diberikan Pemprov Kaltim kepada perusahaan melalui penghargaan itu. Ia menjelaskan penghargaan tersebut turut membuktikan komitmen kuat perusahaan melakukan praktik-praktik perkebunan berkelanjutan. Salah satunya melalui strategi komprehensif dalam mencegah dan menanggulangi kebakaran.
“Penghargaan yang diterima itu merupakan dukungan penting dari pemerintah atas komitmen perusahaan memastikan area operasionalnya dan desa-desa sekitar bebas karlabun. Melalui strategi optimalisasi teknologi dan konsisten dalam meningkatkan kompetensi Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) perusahaan bersama Kelompok Tani Peduli Api (KTPA), perusahaan berhasil menjaga wilayahnya bebas api,” ungkap Heri.
Perusahaan memiliki early warning system (EWS) yang mengandalkan pencitraan satelit untuk memantau titik panas (hotspot) dengan terintegrasi sistem pengawasan dan pelaporan secara online dan terpadu.
Mengoptimalkan strategi pencegahan, perusahaan juga melakukan pemantauan dan patroli api secara berkala, pada musim kemarau dengan risiko yang meningkat, patroli akan dilakukan lebih intensif.
Patroli api juga didukung aplikasi terintegrasi yang dikembangkan khusus oleh perusahaan agar lebih optimal dalam melakukan pemantauan dan pelaporan.
Heri menambahkan, perusahaan secara rutin mengadakan pelatihan pengendalian karhutla bersama Badan Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (BPPIKHL) Manggala Agni Kaltim. Pelatihan itu bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Satgas Karhutla.
“Tidak hanya satgas, KTPA yang merupakan tim dari desa-desa sekitar perusahaan juga secara aktif kami libatkan dalam pelatihan, maupun strategi mitigasi karhutla perusahaan. Karena kami percaya upaya penanggulangan dan pengendalian karhutla perlu peran aktif dari seluruh elemen baik perusahaan, pemerintah, serta masyarakat,” sambungnya. (mra/rom)
Editor : Romdani.