SAMARINDA–Dalam upaya memberdayakan lansia agar lebih cakap dalam menghadapi tantangan dunia digital, Wanita Katolik RI DPD Kalimantan Timur, berkolaborasi dengan Tular Nalar dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), melaksanakan akademi digital lansia (ADL).
Digelar di Aula Gereja Katedral Santa Maria Penolong Abadi Samarinda, Sabtu (19/10), dihadiri 100 peserta lansia yang penuh antusias.
Ketua Presidium Wanita Katolik RI DPD Kaltim Bernarda Teting menjelaskan, kegiatan itu bertujuan membekali para lansia dengan keterampilan digital, diperlukan untuk menyaring informasi di era yang penuh dengan hoax dan penipuan.
“Kami ingin para lansia menjadi lebih cakap dalam menggunakan teknologi agar tidak menjadi korban penipuan digital,” ungkapnya.
Saat ini perkembangan teknologi pesat, memasuki era globalisasi atau digital 5.0. Sehingga semua lapisan masyarakat diharapkan dapat menggunakan teknologi dengan bijak dan benar. Hal tersebut agar tidak terjerumus ke informasi yang kurang pasti kebenarannya.
Selain itu, dalam gelaran ADL, para peserta sudah diberikan materi tentang lansia berbudi luhur cegah penipuan, lansia berbudi saat pemilu, menghindari hoax dan senam lansia bersama bugar.
"Peserta ADL berasal dari anggota Wanita Katolik RI Kaltim, umat katolik Samarinda, Persekutuan Wanita Gereja Toraja ( PWGT) , BKOW, serta Persekutuan Kaum lanjut Usia Samarinda," sebut Bernarda.
Untuk diketahui, para fasilitator dan narasumber adalah anggota Wanita Katolik RI Kaltim yang sudah mengikuti TOT dan sudah bersertifikat dari Mafindo yang berjumlah 10 fasilitator andal.
"Maksud dari kegiatan ADL bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang digital kepada para lansia, sehingga lebih waspada dan bijaksana dalam menghadapi atau tantangan smartphone di media sosial," tegasnya.
Lansia sering menjadi kelompok yang rentan terhadap informasi palsu dan penipuan. Melalui program tersebut, pihaknya berharap dapat menyaring informasi dengan baik dan melindungi mereka dari kabar palsu.
Dengan selesainya pelatihan, para peserta tidak hanya mendapatkan ilmu baru, juga dukungan memperkuat kemampuan dalam menghadapi tantangan digital.
“Kami berharap kegiatan tersebut dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak lansia di komunitas kami,” tutupnya. (adv/kh/dra)
Editor : Dwi Restu A