Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Proyek RDMP di Lingkungan PT Kilang Pertamina Balikpapan Tunjukkan Wajah Humanis Industri Energi Nasional

Ajie Chandra • Minggu, 4 Mei 2025 | 19:13 WIB

Photo
Photo
HAMPIR TUNTAS: Melalui pelaksanaan Proyek Strategis Nasional Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, PT KPB bukan hanya mendorong kemandirian energi nasional, tetapi juga menghadirkan perubahan nyata bagi para pekerja dan masyarakat sekitar.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Peringatan Hari Buruh Internasional tak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum reflektif atas peran vital para pekerja dalam menggerakkan pembangunan bangsa. Di tengah gelombang digitalisasi dan tantangan industri yang terus berubah, para buruh tetap menjadi fondasi yang menopang perekonomian nasional.

Komitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang adil, aman, dan manusiawi tercermin nyata di tubuh PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB). Melalui pelaksanaan Proyek Strategis Nasional Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, PT KPB bukan hanya mendorong kemandirian energi nasional, tetapi juga menghadirkan perubahan nyata bagi para pekerja dan masyarakat sekitar.

Proyek yang bertujuan meningkatkan kapasitas kilang dari 260 ribu barrel per hari menjadi 360 ribu barrel ini, tak hanya mencetak sejarah di sektor energi. Di balik pembangunan besar itu, ada kisah kontribusi ribuan pekerja.

Pada puncak konstruksi, RDMP Balikpapan menyerap hingga 24.000 tenaga kerja, dengan hampir setengahnya merupakan warga Kalimantan Timur. Tak hanya menyerap, PT KPB juga aktif meningkatkan kapasitas mereka melalui pelatihan dan sertifikasi, seperti pelatihan welder dan Gada Pratama bersertifikat BNSP.

Namun lebih dari sekadar angka dan pelatihan, ada sentuhan humanis yang dihadirkan PT KPB dalam budaya kerjanya. Salah satu program unggulan mereka, “Call Name Shake Hand”, menjadi simbol kedekatan antara manajemen dan pekerja. Melalui sapaan, penyebutan nama, dan jabat tangan langsung oleh pimpinan proyek, suasana kerja dibangun atas dasar saling menghargai.

“Melalui Call Name Shake Hand, kami ingin membangun hubungan kerja yang lebih setara dan penuh kepedulian. Keselamatan bukan hanya soal prosedur, tapi juga kepedulian. Ketika pekerja merasa dihargai, mereka lebih termotivasi untuk bekerja dengan aman dan produktif,” ucap Asep Sulaeman, VP Legal & Relation PT KPB.

Sufroni, salah satu pekerja dari PT Mipcon, mengaku merasakan dampak positif dari program tersebut. “Kami merasa diakui. Ini memberi semangat tambahan bagi kami semua yang bekerja di sini,” katanya.

Tak hanya mempererat hubungan, pendekatan ini juga menjadi media efektif untuk mengingatkan langsung soal pentingnya prosedur kerja aman dan penggunaan APD. Semangat zero accident terus digaungkan, memastikan setiap pekerja bisa pulang dalam keadaan selamat.

Melalui sinergi antara manajemen dan ribuan tenaga kerja, PT KPB menunjukkan bahwa proyek besar bisa berjalan beriringan dengan kepedulian yang besar pula. Ini bukan hanya tentang membangun kilang, tapi juga tentang membangun ekosistem kerja yang sehat, aman, dan manusiawi—sejalan dengan visi Kementerian BUMN dan Asta Cita Presiden untuk Indonesia yang lebih berdaya. (*)

Editor : Ismet Rifani
#Hari Buruh Internasional 2025 #Proyek RDMP Balikpapan #PT KILANG PERTAMINA BALIKPAPAN