Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Sambut 80 Tahun Indonesia Merdeka, Bangun SDM Unggul dan Indonesia Emas 2045

Akbar Sopianto • Senin, 18 Agustus 2025 | 10:00 WIB
BANGUN: Dosen UWGM Samarinda Arbain memaknai usia bangsa Indonesia tepat delapan dekade dengan membangun SDM unggul.
BANGUN: Dosen UWGM Samarinda Arbain memaknai usia bangsa Indonesia tepat delapan dekade dengan membangun SDM unggul.

SAMARINDA–Tepat delapan puluh tahun lalu, Soekarno dan Bung Hatta dengan lantang menyuarakan kemerdekaan bangsa Indonesia untuk dapat lepas dari segala bentuk penjajahan.

Momentum tersebut menjadi awal lahirnya bangsa Indonesia. Selain Soekarno dan Bung Hatta, pernyataan kemerdekaan tersebut dihadiri tokoh nasional lainnya. Para pahlawan itu telah mengorbankan segala hal yang mereka miliki, baik harta, keluarga bahkan nyawa demi satu kata ‘Merdeka’.

Hasil dari perjuangan para pahlawan itu membuahkan hasil. Tidak ada lagi bendera yang berkibar selain bendera Merah Putih di gedung pemerintahan. Tidak ada lagi pesawat tempur yang mengintai dan menembak masyarakat.

Dentuman kapal perang untuk mengintimidasi masyarakat tidak lagi terdengar di pelabuhan. Namun, apakah benar-benar sudah mereka setelah 80 tahun ini.

“80 tahun lalu kami raih kemerdekaan dengan pengorbanan nyawa, harta dan keluarga. Hari ini kami isi kemerdekaan dengan memperjuangkan kehidupan layak, pendidikan berkualitas dengan kecerdasan dan integritas untuk Indonesia emas 2045,” ucap Arbain selaku dosen Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda (UWGM) Samarinda, Jumat (15/8).

Menilik pada sektor pendidikan, angka melek huruf mengalami kenaikan yang sangat signifikan selama 80 tahun terakhir. Hal tersebut menunjukkan bahwa akses pendidikan dasar telah tersebar merata ke seluruh penjuru negeri.

Selain itu, kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi juga dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.

Arbain menilai, sumber daya manusia (SDM) unggul adalah syarat mutlak agar sebuah bangsa dapat menjadi negara maju. Permasalahan seperti kompetensi guru, kurikulum dan riset dan inovasi menjadi hal wajib yang harus dibenahi bersama.

Salah satu masalah utama untuk menciptakan SDM unggul yang wajib dibenahi adalah kompetensi guru. Dengan guru yang kompeten, pembelajaran dapat disampaikan secara maksimal ke peserta didik, dan kompetensi siswa yang diinginkan akan tercapai.

Selain kompetensi guru, hal berikutnya yang harus dibenahi adalah kurikulum. Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagaimana pemerintah bisa membuat link and match pembelajaran di kelas sesuai dengan kebutuhan industri.

Disisi lainnya, setelah lepas dari penjajahan fisik, kemerdekaan sejati berikutnya adalah ketika masyarakat hidup dalam ekonomi yang baik, memiliki intelektual dan bermoral. Peluang emas berupa bonus demografi akan menjadi modal besar bangsa namun hal tersebut akan tercapai dengan adanya perencanaan yang baik pada kualitas pendidikan, pengembangan riset dan inovasi serta penerapan meritokrasi pada setiap jabatan dan peluang kerja.

Itu akan menjadi tanggung jawab bersama pemerintah, perguruan tinggi, industri dan pengawasan dari masyarakat. “Indonesia Emas 2045 bukan hadiah melainkan kerja keras yang wajib kita lakukan mulai hari ini,” tutupnya.

Editor : Dwi Restu A
#kemerdekaan #80 tahun #sdm unggul #indonesia emas