Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pemkot Balikpapan dan Pemprov Kaltim Terima LOI Sektor Energi Berbasis Sampah, China Energy Siap Investasi di Balikpapan

ADV • Kamis, 9 Oktober 2025 | 18:36 WIB
MENERIMA: Kepala DPMPTSP Kota Balikpapan, Hasbullah Helmi menerima LOI dari PT Magic Cristal Indo dan China Energy Conservation and Enviromental Protection Group Hotel Novotel Balikpapan (9/10).
MENERIMA: Kepala DPMPTSP Kota Balikpapan, Hasbullah Helmi menerima LOI dari PT Magic Cristal Indo dan China Energy Conservation and Enviromental Protection Group Hotel Novotel Balikpapan (9/10).

BALIKPAPAN – Pemkot Balikpapan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) bersama Pemprov Kaltim menerima Letter of Intent (LOI) dari China Energy Conservation and Environmental Protection Group (CECEP) untuk kerja sama investasi di bidang pengelolaan sampah (Balikpapan Waste Management).

Penyerahan LOI ini dilakukan dalam rangkaian kegiatan Mahakam Investment Forum 2025 yang berlangsung di Hotel Novotel Balikpapan, Rabu (9/10).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim Sri Wahyuni, Kepala DPMPTSP Balikpapan Hasbullah Helmi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Budi Widihartanto, serta sejumlah duta besar, kepala daerah, investor, dan perwakilan instansi strategis lainnya.

Dalam forum ini, pemerintah daerah memaparkan sejumlah proyek unggulan, antara lain Kaltim Industrial Estate (Bontang), Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (Kutai Timur), Kawasan Industri Balikpapan, dan Kawasan Industri Buluminung (Penajam Paser Utara). Selain itu, turut ditawarkan proyek energi terbarukan dan pengembangan ekonomi hijau yang menjadi fokus investasi berkelanjutan di Kaltim.

Kepala DPMPTSP Balikpapan, Hasbullah Helmi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima LOI dari PT Magic Cristal Indo dan China Energy Conservation and Environmental Protection Group (CECEP) untuk berinvestasi di sektor energi berbasis sampah (waste-to-energy) di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Balikpapan.

“Investasi ini berpotensi menghasilkan energi listrik dari pengolahan sampah. Kami akan berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan kajian kelayakan agar pengelolaan sampah kota bisa lebih efektif melalui pemilahan sejak awal. Targetnya, 50 persen sampah yang masuk ke TPA dapat diolah atau didaur ulang sehingga memperpanjang umur TPA Balikpapan,” ujar Hasbullah.

Sementara itu, Sekprov Kaltim Sri Wahyuni menyebut bahwa kerja sama ini akan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi daerah. “Investasi di sektor pengelolaan sampah ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja, peningkatan ekspor, serta aktivitas ekonomi lainnya. Kami berterima kasih kepada Bank Indonesia yang telah menginisiasi Regional Investment Relation Unit dan mendukung kegiatan investasi terbesar tahun ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, proyek pengelolaan sampah di Balikpapan mendapat banyak minat dari investor, namun masih perlu penyelarasan kapasitas produksi. “Produksi sampah di Balikpapan sekitar 600 ton per hari, sementara kebutuhan investor mencapai 1.000 ton. Karena itu, kami akan berkoordinasi dengan Pemprov Kaltim, Pemkot Balikpapan, Kota Samarinda, dan Kutai Kartanegara untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” jelasnya.

Menurutnya, Mahakam Investment Forum 2025 menjadi wadah strategis dalam memperkenalkan potensi ekonomi daerah kepada dunia internasional. “Forum ini memperkuat posisi Kaltim sebagai gerbang utama menuju Ibu Kota Nusantara. Kami menyambut baik kehadiran para duta besar dan investor, yang menandakan bahwa Kaltim kini bukan hanya lumbung sumber daya alam, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia,” tutup Sri Wahyuni. (pms/rdh)

 

Tony A.W

tonywijaya2802@gmail.com

Editor : Muhammad Ridhuan
#Maloy Batuta Trans Kalimantan #China Energy Conservation and Environmental Protection Group #pemprov kaltim #Ekonomi Hijau #pemkot balikpapan #kawasan ekonomi khusus #dpmptsp #letter of intent