KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kembali menggelar Awarding RT Clean, Green, Healthy (CGH) dan Eco Office, di BSCC Dome, Selasa (4/11).
Penghargaan yang diserahkan langsung oleh Wakil Walikota Balikpapan, Bagus Susetyo ini, menjadi puncak rangkaian kegiatan pembinaan dan penilaian lingkungan hidup tingkat RT, instansi, dan rumah ibadah yang telah digelar sejak Juni lalu.
Dilaksanakan dalam rangka mendukung visi Kota Balikpapan sebagai Kota Global Nyaman untuk Semua dalam Bingkai Madinatul Iman.
Mewakili Kepala DLH Balikpapan, Sekretaris DLH, Mustamin menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat, organisasi, dan instansi yang berkontribusi aktif dalam menjaga kebersihan dan pengelolaan lingkungan hidup.
“Tahun ini total peserta yang turut berpartisipasi sebanyak 46 RT CGH dan 30 peserta Eco Office baik organisasi perangkat daerah (OPD) dan rumah ibadah,” terang Mustamin.
Dari hasil penilaian terpilih enam RT terbaik CGH, enam terbaik Eco Office OPD, dan enam terbaik Eco rumah ibadah. Selain penilaian utama ini, DLH Balikpapan juga menggelar lomba fashion show busana organik tingkat sekolah dasar dan terpilih tiga terbaik.
“Ini bukan sekadar lomba, tapi bentuk edukasi kepada generasi muda agar memahami pentingnya pengelolaan sampah dan penggunaan bahan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Mustamin.
Dalam kesempatan itu, DLH Balikpapan juga turut memperkenalkan konsep RT Kawasan CGH yang rencananya diterapkan pada 2026. Di mana, jika sebelumnya program ini hanya diikuti satu RT, maka nantinya setiap peserta akan terdiri dari lima RT dalam satu kawasan.
Langkah ini menjadi bagian dari persiapan program Kampung Iklim (Proklim) sebuah inisiatif nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang menilai partisipasi masyarakat dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. “Proklim terdiri atas empat kategori, yakni Pratama, Madya, Utama, dan Lestari,” katanya.
Ia menyebut, hingga saat ini, Kota Balikpapan telah memiliki dua kelurahan Proklim Lestari, yaitu Kelurahan Tritip dan Kelurahan Muara Rapak, serta 13 kelurahan Proklim Utama dan 10 kawasan Proklim Pratama. Tahun ini, Kelurahan Lamaru telah diusulkan sebagai calon kelurahan Proklim Lestari.
Selanjutnya, DLH Balikpapan turut memberikan penghargaan kepada 20 sekolah Adiwiyata tingkat kota, yang dinilai berhasil menerapkan prinsip ramah lingkungan dalam aktivitas pendidikan. Sekolah yang terpilih akan mendapatkan pendampingan untuk diusulkan ke tingkat nasional pada 2026.
Hingga saat ini, Balikpapan telah meraih delapan penghargaan Adiwiyata tingkat provinsi, serta mengusulkan 18 sekolah ke tingkat nasional dan 16 sekolah ke tingkat mandiri yang merupakan kategori tertinggi dalam program Adiwiyata.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan semangat kolektif menjaga lingkungan hidup. Semoga apresiasi ini memicu semakin banyak masyarakat dan institusi yang berpartisipasi aktif mewujudkan Balikpapan yang bersih, hijau, dan sehat,” harapnya.
Sebagai bagian dari penguatan kelembagaan, pada momen ini juga dilakukan pengukuhan Forum Adiwiyata Kota Balikpapan Tahun 2025 oleh Wakil Wali Kota. Forum ini akan berperan sebagai wadah koordinasi, pendampingan, dan verifikasi terhadap sekolah-sekolah yang diusulkan dalam program Adiwiyata di berbagai tingkatan.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo menegaskan bahwa menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama. “Menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga komitmen kita semua. Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi atas kerja nyata masyarakat dalam mewujudkan Balikpapan yang bersih dan sehat,” tegasnya.
Melalui program ini, katanya, pemerintah mengapresiasi seluruh lapisan yang telah menunjukkan kebiasaan menjaga lingkungan. “Dari semua stakeholder, mulai tingkat sekolah, pemimpin agama, rumah ibadah, hingga eco office di tingkat lurah, camat serta kantor dinas, telah menunjukkan adanya kebiasaan yang berkaitan dengan green dan kesehatan,” ujarnya.
Ia pun berharap kebiasaan ini bukan diterapkan saat momentum ini saja, tetapi akan diteruskan dalam kehidupan sehari-hari.
“Sebaiknya ini menjadi kebiasaan setiap hari untuk selalu menjaga lingkungan. Karena pelestarian lingkungan juga berkaitan erat dengan upaya mitigasi banjir,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani