SAMARINDA - Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) Kaltim secara terbuka menyatakan dukungan agar Presiden kedua RI, Soeharto, dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.
Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan deklarasi dan dialog kebangsaan bertajuk “Mendukung pemberian gelar pahlawan untuk Soeharto”. Adapun kegiatan yang dihadiri puluhan anggota AMAN Se-Kaltim tersebut berlangsung di Warkop Bagios, Samarinda pada, Sabtu (8/11) malam.
Sekretaris Jenderal AMAN Kaltim, Febri Wahyudi, menegaskan bahwa penilaian kepahlawanan tidak boleh diukur dari sisi politik semata. “Setiap pemimpin punya kekurangan, tetapi kepahlawanan harus dilihat dari kontribusi fundamental yang mengubah nasib bangsa. Kita tidak boleh membiarkan politik menghapus lautan jasa,” ujarnya.
Menurut Febri, pemberian gelar pahlawan nasional merupakan bentuk penghargaan tertinggi negara atas pengabdian Soeharto dalam menjaga kedaulatan dan kesejahteraan Indonesia.
Dialog kebangsaan tersebut dihadiri berbagai delegasi organisasi mahasiswa dan simpatisan muda pendukung pemerintahan Prabowo–Gibran, yang turut memperkaya wacana kebangsaan.
Sementara itu, dukungan juga datang dari aktivis muda Kaltim, Nur Fajila, bahwa warisan 32 tahun kepemimpinan Soeharto masih terasa hingga kini. “Swasembada pangan dan pembangunan nasional yang beliau rintis masih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Pihaknya berharap melalui kegiatan ini, menjadi ruang dialog terbuka bagi generasi muda untuk meninjau kembali peran Soeharto dalam sejarah Indonesia secara objektif dan berimbang. (pms/as/rdh)
Editor : Muhammad Ridhuan