KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Serangan konten pornografi di era digital menjadi ancaman serius bagi masa depan "Generasi Emas 2045" Kalimantan Timur.
Data kasus yang mencengangkan membuat Pemerintah Provinsi Kaltim bergerak cepat. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kaltim menggelar seminar guna membentengi anak dari bahaya digital.
Seminar Hari Anak Nasional (HAN) yang mengusung tema "Pencegahan Pornografi pada Anak di Era Digital". Acara edukatif itu dipusatkan di Ruang Rapat Bina Bangsa Kesbangpol Kaltim, dan dihadiri 100 peserta.
Peserta terdiri dari perwakilan Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, KPAD Kaltim, Lembaga Perlindungan Anak (LPKS), serta pelajar SMA/SMK/MA dan Forum Anak Kaltim dan Samarinda.
Kepala DP3A Kaltim Noryani Sorayalita secara langsung memberikan sambutan dan membuka acara. Menegaskan bahwa agenda itu adalah upaya serius untuk memastikan hak-hak dasar anak terpenuhi di tengah gempuran teknologi.
"Melalui peringatan Hari Anak Nasional diharapkan pemerintah dengan seluruh lapisan masyarakat dapat bersama-sama berpartisipasi secara aktif untuk meningkatkan kepedulian dalam menghormati, menghargai, dan menjamin hak-hak anak tanpa diskriminasi, dan memastikan segala hala yang terbaik untuk anak dalam pertumbuhan dan perkembangannya," tegasnya.
Ancaman tersebut dipertegas narasumber pertama, Na’ita Faulina, psikolog klinis yang membeberkan fakta yang mengejutkan tentang skala masalah di Indonesia. "Dalam empat tahun terakhir, ditemukan lebih 5,5 juta kasus konten pornografi anak di Indonesia. Angka itu sayangnya adalah keempat terbesar di dunia," ungkap Na’ita.
Dia menambahkan, pornografi sangat berbahaya karena merusak pikiran, menyebabkan kecanduan, sulit konsentrasi belajar, hingga merusak perkembangan otak anak yang membuatnya sulit membedakan benar dan salah.
Menanggapi tantangan di era digital, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim H M Faisal memberikan solusi praktis bagi para orang tua. "Peran orang tua menjadi teman digital, melakukan komunikasi terbuka, menggunakan fitur parental control, dan membatasi waktu layar (screen time)," sarannya.
Seminar itu diharapkan dapat mendorong partisipasi keluarga, masyarakat, dan dunia usaha dalam pemenuhan hak anak. Mewujudkan Kaltim sebagai wilayah yang menjamin anak tumbuh secara optimal dan menjadi generasi penerus berkualitas tinggi, sesuai dengan semangat "Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045”. (*)
Editor : Dwi Restu A