Acara yang berlangsung pada Rabu (19/11) di Aula kantor Kelurahan Karang Rejo ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk kader RT, stakeholder, PKK Kelurahan Karang Rejo, LPM, dan perwakilan dari kecamatan.
Kegiatan dibuka oleh Lurah Karang Rejo Budi didampingi Kepala UPTD Puskesmas Karang Rejo drg. Farida yang juga melaporkan capaian kinerja puskesmas hingga bulan Oktober yang menunjukkan perkembangan yang positif.
Ia menjelaskan bahwa Standar Pelayanan Minimal (SPM) Puskesmas Karang Rejo secara umum telah mencapai di atas 80 persen. Meski demikian, masih ada beberapa capaian, khususnya pada kelompok usia produktif, yang berada di bawah 70 persen akibat berbagai kendala. Namun, drg. Farida menegaskan komitmennya untuk tetap mengejar agar target tersebut terpenuhi.
Ia berharap Puskesmas bisa lebih melayani dengan baik. Derajat kesehatan masyarakat khususnya di lingkungan Kelurahan Karangrejo, juga bisa lebih baik dan bisa menjadi satu-satunya tumpuan warga dalam bidang kesehatan.
"Puskesmas dapat mewujudkan misinya untuk menciptakan masyarakat yang mandiri di bidang kesehatan. Salah satu strateginya adalah dengan menjangkau seluruh warga tanpa terkecuali melalui dua pendekatan: pelayanan dalam gedung dan kunjungan luar gedung.
Hal yang paling menarik dari rangkaian acara ini adalah diselenggarakannya seminar kesehatan. Puskesmas menggandeng Rumah Sakit Restu Ibu sebagai rumah sakit jejaring untuk menyediakan narasumber yang kompeten.
RS Restu Ibu mengirimkan dr Wahyuningsih Lestari M.Ked (Ped), Sp. A sebagai dokter spesialis anak yang membawakan topik seputar perkembangan krusial anak pada 5 tahun pertama kehidupan.
Sedangkan dr I Putu Pramana Sanitya Dharma SpOG M.Ked.Klin dokter spesialis kandungan, dengan materi yang disampaikan persiapan kehamilan sehat jadi kunci melahirkan generasi hebat.
“Alhamdulillah kegiatan lancar dan antusiasme peserta tinggi. Banyak pertanyaan seputar topik itu, narasumbernya betul-betul kompeten di bidangnya dan membuka wawasan kita. Berharap tidak hanya RS Restu Ibu, tetapi rumah sakit atau klinik lain juga dapat bekerja sama untuk memberikan penyuluhan kepada warga,” kata drg. Farida. (*)
Editor : Ismet Rifani