4DINKES
///ADA FOTO 4DINKES
#UKURAN 1/4 HALAMAN
////PAKAI BANNER DINKES BALIKPAPAN
KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Upaya pemerintah memperluas literasi kesehatan publik kembali menyentuh lingkungan perguruan tinggi. Melalui program aksi simpatik Hari AIDS Sedunia 2025, Kementerian Kesehatan RI bersama Dinas Kesehatan Kota Balikpapan menggelar rangkaian edukasi HIV dan skrining tuberkulosis (TB) di 11 kampus, termasuk Universitas Mulia. Kegiatan berlangsung di Ballroom Cheng Ho, Selasa (2/12).
Program ini menghadirkan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Kabid Yankes) Dinas Kesehatan Balikpapan dr. Elizabeth Rassi yang memaparkan perkembangan terbaru epidemi HIV di kota ini.
Melalui data lokal dan contoh kasus, mahasiswa diajak melihat bagaimana penularan HIV masih terjadi di kelompok usia produktif dan remaja, yang juga mengisi ruang-ruang kampus.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Universitas Mulia, Yusuf Wibisono SE MTI, menyampaikan bahwa kampus tidak bisa memisahkan diri dari isu kesehatan publik. Ia menilai bahwa keterhubungan mahasiswa dengan informasi kesehatan harus diwujudkan melalui paparan langsung dari tenaga kesehatan, bukan hanya melalui bahan ajar atau literatur.
Dalam diskusinya dengan dr. Elizabeth sebelum kegiatan dimulai, Wibisono mencatat bahwa Kota Balikpapan memiliki 361 kasus HIV yang tercatat, dengan kemungkinan angka yang lebih tinggi karena sebagian kasus tidak terdeteksi. Menurutnya, kondisi ini menempatkan institusi pendidikan pada posisi yang relevan untuk memperkenalkan pendekatan pencegahan yang berbasis bukti.
“HIV belum memiliki terapi yang mampu menghilangkan virus sepenuhnya. Maka cara paling masuk akal adalah memperkecil risiko melalui pemahaman dan perilaku yang sesuai dengan fakta medis,” ungkapnya. Ia juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan forum ini sebagai kesempatan belajar yang bersifat langsung dan terukur.
Setelah sesi pemaparan, kegiatan berlanjut dengan layanan skrining TB dan konseling singkat oleh tim Dinas Kesehatan. Dalam proses ini, mahasiswa dapat mengamati bagaimana asesmen kesehatan dilakukan, termasuk identifikasi faktor risiko dan alur layanan rujukan.
Di lingkungan Universitas Mulia, kegiatan seperti ini dipandang sebagai cara untuk memperlihatkan bagaimana isu epidemiologi dipahami dan diterapkan dalam konteks nyata. Interaksi mahasiswa dengan tenaga kesehatan membuka ruang belajar yang berbeda dari ruang kuliah, karena mereka melihat langsung bagaimana pendekatan medis, data, dan komunikasi kesehatan bertemu dalam praktik. (UM)
Editor : Ismet Rifani