KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Puskesmas Margasari terus berupaya meningkatkan jumlah kunjungan masyarakat ke Posyandu, salah satunya dengan menghadirkan inovasi terbaru berupa Celengan Sehat (Selalu Hadir Pantau Tumbuh Kembang).
Kepala UPTD Puskesmas Margasari, dr. Susliani, mengungkapkan inovasi ini lahir dari upaya untuk meningkatkan capaian Data Pemantauan Status Gizi (DPS) yang selama ini belum memenuhi target di Puskesmas Margasari.
“Inovasi ini kami ciptakan untuk meningkatkan minat atau kepedulian orang tua untuk rutin berkunjung ke Posyandu setiap bulan untuk menimbang balitanya. Karena DPS kami masih rendah, kami perlu cara baru yang lebih menarik,” jelas dr. Susliani saat kegiatan Mini Lokakarya Lintas Sektor, pada Rabu (10/12).
Sementara itu, Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Syarifah Chairany yang merupakan pencetus program Celengan Sehat menjelaskan bahwa Celengan Sehat merupakan tabungan kecil yang benar-benar akan diisi setiap bulan oleh ibu balita yang datang ke Posyandu secara sukarela.
“Tidak perlu nominal yang banyak, sudah bisa diterima. Kemudian setiap bulannya akan dibuka dan diundi secara acak untuk mendapatkan doorprize yang akan diterima ibu balita yang menimbang di bulan tersebut. Jadi konsepnya dari masyarakat untuk masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, manfaat lainnya dari inovasi ini adalah, setiap bayi balita akan mendapatkan kartu pantau yang diberikan oleh kader sebagai alat pemantauan tumbuh kembang pada bulan tersebut.
“Kartu ini semacam ID card berisi data bayi balita yang harus dibawa ketika berkunjung ke Posyandu, kemudian saat penimbangan selesai akan diberikan stiker berbentuk emotion sebagai hasil pemantauan pertumbuhan bayi,” terangnya.
Jika berat badan balita naik, balita mendapat stiker wajah tersenyum, dan jika berat badannya turun, balita menerima stiker wajah menangis. “Yang menariknya lagi, jika setiap ibu balita yang mendapat 10 stiker senyum berturut-turut setiap bulannya akan mendapatkan hadiah tambahan dari hasil celengan tersebut,” tambah Syarifah.
Dengan metode sederhana namun komunikatif ini diharapkan dapat memicu kesadaran orang tua akan pentingnya pengawasan tumbuh kembang anak. Tujuannya jelas, meningkatkan kualitas kesehatan anak di wilayah tersebut. (*)
Editor : Ismet Rifani