KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Masalah lingkungan, khususnya penggunaan kemasan dalam makanan, masih menjadi tantangan besar di berbagai wilayah Indonesia, tak terkecuali di Desa Nelayan Berdasi yang merupakan salah satu desa wisata yang berlokasi di Jalan Manuntung, Kecamatan Balikpapan Barat.
Kondisi ini menjadi perhatian khusus bagi sekelompok mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK) yang tergabung dalam Pengabdian Masyarakat (PENGMAS), dengan misi membantu masyarakat UMKM dalam packaging dan rebranding usaha yang ditekuni mereka.
Pada kegiatan ini mahasiswa memfokuskan pada sosialisasi bahaya penggunaan packaging tidak ramah lingkungan, branding ulang kemasan dan packaging ramah lingkungan.
Ketiga kegiatan ini merupakan hasil identifikasi langsung dari permasalahan yang ada di desa tersebut, yang tidak hanya berdampak pada kesehatan serta kebersihan lingkungan, namun kepada masyarakat UMKM yang masih terhambat oleh keterbatasan pengetahuan terhadap bahan kemasan ramah lingkungan.
Ketua Tim PENGMAS, Claudia Olla Mandayu menjelaskan program yang diberi nama Program Mahasiswa Mengabdi Desa (PMMD) ini berfokus pada penguatan branding dan inovasi kemasan produk olahan ikan dan kepiting di Desa Nelayan Berdasi di Balikpapan Barat.
Desa ini, katanya memiliki potensi besar melalui budidaya ikan dan kepiting serta produk UMKM seperti bandeng tanpa duri dan sambal kepiting. Namun, pada kemasan dan branding produk masih belum kuat dan belum ramah lingkungan. Padahal kemasan memiliki peran penting dalam meningkatkan daya tarik wisatawan dan nilai jual produk lokal desa wisata.
“Melalui kegiatan ini, kami berupaya memberikan solusi dengan memperkenalkan alternatif kemasan berbahan dasar alami yang lebih aman dan mudah terurai, sekaligus memberikan pelatihan desain kemasan agar produk UMKM memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” ungkap Claudia.
Claudia menyebut ini merupakan program pengabdian yang melibatkan berbagai pihak di ITK, mulai tim dosen juga mahasiswa dari berbagai program studi seperti Fisika, Sistem Informasi, Arsitektur, dan Desain Komunikasi Visual (DKV).
“Kegiatan ini mengintegrasikan pengetahuan dari dua bidang yakni sains material dan estetika desain dalam bentuk sosialisasi dan edukasi tentang redesign kemasan produk olahan bandeng tanpa duri dan sambal kepiting dan pemilihan kemasan green material yang aman untuk makanan dan mudah terurai,” jelasnya.
Selanjutnya dilakukan workshop pembuatan packaging olahan ikan dan kepiting. Lalu evaluasi kegiatan dengan mengukur tingkat kepuasan melalui wawancara.
Hasil dari kegiatan ini, katanya, menghasilkan lima alternatif desain kemasan dan dua desain logo untuk produk unggulan UMKM, yang selanjutnya didiskusikan dengan masyarakat.
Proses FGD menghasilkan desain akhir yang disepakati bersama serta rekomendasi penggunaan material eco-friendly. Antusiasme peserta terlihat tinggi, bahkan banyak di antara mereka mengusulkan pelatihan lanjutan. Program ini tidak hanya menghasilkan inovasi desain dan material, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keberlanjutan lingkungan dan nilai estetika produk lokal.
Kegiatan ini mendapat feedback yang sangat positif dari masyarakat, khususnya para ibu UMKM di Desa Nelayan Berdasi. Menurut Ketua RT 03 sekaligus perwakilan masyarakat UMKM, Irawati mengungkapkan bahwa kehadiran mahasiswa memberikan semangat untuk lebih aktif dalam mengelola usaha mereka.
Dampak kegiatan ini juga masyarakat UMKM sangat terbantu karena pendampingan yang diberikan oleh mahasiswa membuat perubahan nyata bagi pelaku UMKM, seperti desain kemasan, pembuatan stiker, dan spanduk. Beberapa ibu yang telah mendapatkan bantuan merasa hasil upaya kerja mahasiswa sangat bermanfaat, serta yang belum sempat terbantu berharap bisa mendapatkan kesempatan yang sama di masa mendatang. Irawati turut menyampaikan harapan agar kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut. Ia berharap ada kelompok mahasiswa lain yang melanjutkan program ini, terutama untuk mendukung branding UMKM melalui pembuatan desain, stiker, dan lainnya.
Dengan kegiatan berkelanjutan, masyarakat berharap usaha kecil di wilayah mereka bisa semakin berkembang dan dikenal lebih luas. (*)
Editor : Ismet Rifani