KALTIMPOST.ID -- PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) membukukan penjualan retail (distribusi dari dealer ke konsumen) lebih dari 64.000 unit mobil di Indonesia sepanjang 2025. Capaian ini menunjukkan daya serap pasar yang masih solid di tengah tantangan pasar otomotif.
Sebagian besar mobil Suzuki yang terjual ternyata diproduksi di pabrik dalam negeri. Ini mencerminkan dukungan kuat terhadap manufaktur lokal.
“Sepanjang 2025, penjualan mobil Suzuki di dalam negeri melampaui 64.000 unit, dengan 88 persen di antaranya merupakan produk buatan nasional,” ujar Dony Saputra, Deputy 4W Sales & Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales, Kamis (29/1/2026).
New Carry mendominasi penjualan ritel Suzuki dengan kontribusi 47 persen, disusul New Suzuki XL7 yang menyumbang sekitar 20 persen di segmen SUV keluarga.
Baca Juga: Resmi Comeback! BTS Umumkan World Tour 2026 di 30 Kota, Antusiasme Army Dunia Meledak
Suzuki Fronx yang diluncurkan pada Mei 2025 mencatat penjualan hampir 10.000 unit, atau sekitar 14 persen dari total penjualan Suzuki.
Varian dengan teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) menunjukkan tren positif di pasar. Banyak pembeli mobil penumpang Suzuki kini memilih model hybrid karena efisiensi bahan bakar yang lebih baik.
"Penerimaan terhadap teknologi hybrid ternyata sangat positif. Berdasarkan data dari Gaikindo, enam dari sepuluh pembeli mobil penumpang Suzuki kini menjatuhkan pilihannya pada varian hybrid,” ungkap Donny.
Meski volume penjualan retail sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya, Suzuki tetap optimis menatap pasar otomotif nasional 2026. Suzuki menargetkan pangsa pasar mencapai 9,5 persen pada tahun ini.
Baca Juga: Prediksi Persiku vs Persipura: Mutiara Hitam Siap ke Puncak tapi Tidak Mudah
Dony Saputra mengatakan penurunan penjualan tersebut sejalan dengan kondisi pasar otomotif nasional yang secara keseluruhan mengalami koreksi. “Kalau bicara dari 2024 ke 2025, secara overall total market memang turun. Tapi pangsa pasar kami masih sama. Tentunya ya kami ada sedikit koreksi turun,” kata Donny.
“Terlepas dari hal tersebut, dengan market share yang sama, kami menatap 2026 ini lebih optimis. Ya kami harapkan di 2026 ini target market share kami di angka 9,5 persen,” pungkas Donny Saputra.
Editor : Agus Prayitno