Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

STI Peringati Tahun Kencana Setengah Abad, Gelar Pengecoran Rupang Budha Nusantara di Vihara Muladharma

Akbar Sopianto • Minggu, 1 Februari 2026 | 19:15 WIB

 

PROSESI: Momentum setengah abad ditandai dengan prosesi pengecoran Rupang Buddha Nusantara di Vihara Muladharma, Samarinda, Minggu (1/2).
PROSESI: Momentum setengah abad ditandai dengan prosesi pengecoran Rupang Buddha Nusantara di Vihara Muladharma, Samarinda, Minggu (1/2).

 

 

SAMARINDA – Sangha Theravada Indonesia (STI) melaksanakan momentum perayaan setengah abad pengabdiannya dengan menggelar pengecoran Rupang Buddha Nusantara kedua di Kota Samarinda. Kegiatan yang diikuti ratusan umat Buddha tersebut berlangsung di Vihāra Muladharma Samarinda, Jalan PM Noor, Minggu (1/2).

Upacara pengecoran rupang Buddha akan dilaksanakan di berbagai pulau sebagai perwakilan Nusantara. Pulau Sumatra telah dilakukan di Kota Medan, Pulau Kalimantan dilaksanakan hari ini di Kota Samarinda, Setelah ini akan digelar di Pulau Sulawesi tepatnya di Kota Palu, Pulau Jawa di Kota Surabaya dan terakhir akan dilaksanakan daerah khusus Jakarta.

Ketua Umum STI, Bhikkhu Sri Subhapañño Mahāthera menjelaskan perayaan tahun Kencana setengah abad, STI mengusung tema ‘Menapaki Jalan Mulia, Bersumbangsih bagi Negeri”, yang berarti menempati jalan mulia agar memiliki keteguhan moral dan pikiran tenang dan jangan mudah terprovokasi.

“Oleh karena itu, sebanyak tiga puluh bhikkhu hadir melalui kegiatan sakral hari ini ingin mendidik bagaimana masyarakat umat Buddha memiliki satu kualitas batin yang kuat dan nilai Kebajikan. Intinya pada perayaan setengah abad ini ialah mendidik moral masyarakat kita agar memiliki jiwa mental yang tangguh. Harus memiliki kedewasaan mental yang baik,” ucapnya.

Menurutnya, kalau mencari orang pandai memiliki gelar banyak tentunya banyak ditemui. Tapi ketemu orang baik dan bijaksana sangat sulit. Oleh karena itu, melalui tahun setengah abad ini, kami ingin berbicara kejujuran dan bagaimana masyarakat ini bijaksana menghadapi kehidupan,” terangnya.

Tampak prosesi persembahan logam oleh umat yang disaksikan oleh para bhikkhu.
Tampak prosesi persembahan logam oleh umat yang disaksikan oleh para bhikkhu.

Bhante Subhapañño juga menyampaikan, nantinya apabila selesai di enam pulau perayaan pengecoran rupang budha. Nantinya akan diletakkan di vihara IKN. “Karena kami dari umat Buddha ingin memberikan sumbangsih pembangunan untuk masa depan di IKN, salah satunya pembangunan rupang Buddha yang perdana,” ungkapnya.

Sementara, Perwakilan Pembimas Buddha Kaltim, Cahyoko memberikan apresiasi kegiatan umat Buddha di Kaltim. Pada kali ini khususnya tuan rumah Vihāra Muladharma untuk melakukan (peringatan) tahun kencana dan pengecoran Rupang Buddha Nusantara. Karena pastinya ini menjadi kebanggaan umat Buddha di Kaltim.

“Kami dari Bimas Buddha di Kaltim intens selalu memberikan pembinaan umat Buddha,” tuturnya. “Kami harap kegiatan umat Buddha hari ini dapat berjalan dengan baik dan sukses. Kami akan siap mendukung kegiatan dari keagamaan umat Buddha dari setiap lembaga yang ada di Samarinda dan sekitarnya,” imbuhnya.

Baca Juga: Dukung Transisi Energi, PLN Indonesia Power UBP Mahakam Uji B50 di Mesin Diesel PLTD Keledang

Sementara itu, Seniman Rupang Buddha Nusantara, Sugito Sutarmin menambahkan pembuatan patung Buddha secara keseluruhan nantinya memiliki ketinggian lima meter. Untuk khusus rupang Buddha ketinggian tiga meter setengah. Dan untuk material sendiri menggunakan almunium alloy dan dicampur dengan dana logam dari umat seperti emas atau perak.

“Saya dipilih oleh bhante sebagai pengrajin merupakan kehormatan. Saya tidak menyangka dipilih untuk membuat rupang Buddha. Dengan kepercayaan ini akan saya buat rupang Buddha sebaik mungkin dan nantinya menjadi salah satu hasil seni terbaik,” tutupnya. (pms/as/rdh)

Editor : Muhammad Ridhuan
#budha #nusantara #Sangha Theravada Indonesia