Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Mahasiswa Farmasi UMKT Angkat Potensi Daun Kelakai dan Kelor sebagai Pangan Fungsional Pencegah Anemia

Khairul Anwar • Senin, 16 Februari 2026 | 15:27 WIB
Foto bersama Dosen, mahasiswa Farmasi UMKT dengan kader posyandu dan ibu peserta posyando di Desa Loa Lepu.
Foto bersama Dosen, mahasiswa Farmasi UMKT dengan kader posyandu dan ibu peserta posyando di Desa Loa Lepu.

KALTIMPOST.ID, Senin, 19 Januari 2026, Kutai Kartanegara – Upaya pencegahan anemia tidak selalu harus mahal atau rumit.

Berangkat dari pemanfaatan bahan pangan lokal, mahasiswa dan dosen Farmasi Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) menghadirkan edukasi gizi kepada masyarakat melalui pengolahan daun kelakai dan daun kelor menjadi pangan fungsional yang mudah diterapkan di rumah.

Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu Kemuning, Desa Loa Lepu, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan oleh Putri, Ifnan, dan Juniati, mahasiswa Farmasi UMKT, di bawah bimbingan dosen Farmasi UMKT, Paula Mariana Kustiawan, Ph.D.

Kehadiran mahasiswa disambut antusias oleh para ibu dan kader posyandu sebagai bagian dari upaya peningkatan pengetahuan gizi keluarga.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengukuran pengetahuan awal peserta terkait anemia serta pemanfaatan tanaman lokal sebagai sumber pangan bergizi.

Selanjutnya, mahasiswa menyampaikan edukasi mengenai anemia, mulai dari penyebab, dampak terhadap kesehatan, hingga pentingnya zat besi dan nutrisi pendukung pembentukan hemoglobin.

Dalam kesempatan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan potensi kandungan gizi daun kelor dan kelakai yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pangan sehat berbasis sumber daya lokal.

Kedua tanaman ini dinilai mudah diperoleh di lingkungan sekitar dan memiliki nilai gizi yang mendukung pencegahan anemia.

Sebagai bentuk penerapan materi, mahasiswa memperagakan pengolahan daun kelor dan kelakai menjadi puding susu.

Olahan ini diperkenalkan sebagai pilihan pangan fungsional yang praktis dan menarik, terutama bagi anak-anak yang cenderung kurang menyukai sayuran hijau.

Ketua Kader Posyandu Kemuning, Ana, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami. Selain menambah pengetahuan tentang anemia, para ibu juga mendapatkan contoh pengolahan bahan pangan lokal yang mudah diterapkan untuk menjaga kesehatan keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, Paula Mariana Kustiawan, Ph.D., selaku pembimbing kegiatan, berharap pemanfaatan potensi pangan lokal ini dapat diterapkan secara berkelanjutan.

“Mengolah sayuran hijau menjadi bentuk yang lebih menarik seperti puding dapat menjadi alternatif agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi. Daun kelor dan kelakai memiliki potensi besar untuk mendukung pencegahan anemia jika dimanfaatkan secara tepat,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Farmasi UMKT menunjukkan komitmen dalam pengabdian kepada masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan potensi pangan lokal sebagai bagian dari upaya peningkatan kesehatan dan gizi keluarga. (*)

Editor : Almasrifah
#farmasi #kutai kartanegara #edukasi gizi #posyandu #Farmasi UMKT