Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

BI Balikpapan Dorong UMKM Wastra dan Mamin Naik Kelas

Ajie Chandra • Selasa, 17 Februari 2026 | 17:05 WIB
TAMBAH ILMU: Peserta dan narasumber mengabadikan momen di sela workshop pengembangan produk wastra dan mamin olahan yang fokus peningkatan kualitas, inovasi desain, serta perluasan akses pasar.
TAMBAH ILMU: Peserta dan narasumber mengabadikan momen di sela workshop pengembangan produk wastra dan mamin olahan yang fokus peningkatan kualitas, inovasi desain, serta perluasan akses pasar.

BALIKPAPAN — Bank Indonesia (BI) melalui Kantor Perwakilan Balikpapan terus memperkuat peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak ekonomi daerah. Upaya tersebut diwujudkan melalui serangkaian workshop pengembangan produk wastra dan makanan-minuman (mamin) olahan yang difokuskan pada peningkatan kualitas, inovasi desain, serta perluasan akses pasar.

Workshop desain produk wastra digelar pada 6–8 Februari 2026 di Hotel Novotel Balikpapan. Kegiatan ini diikuti 18 pelaku UMKM terkurasi, bersama 18 desainer muda, termasuk finalis Akademi Kreatif Muda Nusantara 2024–2025 dari tiga SMK jurusan tata busana.

Seluruh peserta merupakan UMKM mitra Bank Indonesia, binaan pemerintah daerah, serta binaan korporasi besar di Wilayah Kerja KPwBI Balikpapan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi menegaskan, penguatan daya saing produk wastra lokal menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah berbasis budaya daerah. Melalui desain inovatif, identitas yang kuat, dan kualitas unggul, produk wastra diharapkan mampu naik kelas dan menembus pasar nasional hingga global.

Workshop wastra dibagi ke dalam dua kelas, yakni fesyen ready to wear dan desain batik. Materi meliputi kurasi produk, penguatan konsep desain, integrasi budaya lokal, hingga pendampingan branding dan arah pengembangan usaha. Peserta juga memperoleh umpan balik langsung dari praktisi industri fesyen nasional terkait tren pasar, diferensiasi produk, dan standar kualitas.

“Selain wastra, BI Balikpapan menyelenggarakan workshop UMKM mamin olahan pada 11–12 Februari 2026 yang diikuti 47 pelaku usaha dari Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Paser. Peserta merupakan UMKM terkurasi yang dinilai memiliki potensi berkembang serta komitmen untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar, termasuk pasar internasional,” katanya.

Penguatan UMKM mamin olahan dinilai semakin relevan seiring meningkatnya tuntutan konsumen terhadap kualitas, kemasan menarik, penggunaan bahan alami, serta narasi produk yang kuat. Workshop ini juga menjadi bagian dari proses kurasi awal calon peserta Program Industri Kreatif Syariah (IKRA).

Materi yang diberikan mencakup inovasi produk, pembangunan merek, pengelolaan biaya, serta strategi akses pasar digital, offline, hingga ekspor.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. UMKM memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya inovasi, kekuatan cerita produk lokal, serta pembangunan merek yang kredibel. Sebagai tindak lanjut, produk wastra dan mamin olahan terbaik akan mengikuti kurasi lanjutan untuk masuk ke dalam ekosistem IKRA.

Ke depan, Bank Indonesia Balikpapan berkomitmen memperluas pemberdayaan UMKM pada berbagai produk strategis berbasis potensi lokal. Sinergi dengan pemerintah daerah, korporasi, dan pemangku kepentingan lainnya terus diperkuat guna menciptakan ekosistem UMKM yang sehat, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (*)

Editor : Ismet Rifani
#BI BALIKPAPAN #dukung umkm #Workshop desain produk wastra #Robi Ariadi