SAMARINDA - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kaltim masa bakti XXIII menggelar Konferensi Kerja Provinsi (Konkerprov) 2026. Kegiatan yang berlangsung 13-14 Februari di Yello Hotel Samarinda tersebut menjadi momentum penting bagi organisasi dalam memperkuat tata kelola dan strategi pengembangan.
Ketua PGRI Kaltim, Prof Yonathan Palinggi menyampaikan PGRI Kaltim memiliki tantangan utama di dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, pengelolaan dan kesejahteraan guru. Beberapa hal di antaranya adalah digitalisasi pendidikan, kualitas pendidikan yang bermutu dan merata serta profesionalisme guru.
Selain itu, tantangan lainnya adalah peningkatan kompetensi guru, kesejahteraan dan perlindungan guru, pengembangan karakter dan pendidikan berbasis nilai, serta manajemen organisasi yang modern dan efektif.
Oleh sebab itu, ia menegaskan bahwa organisasi PGRI Kaltim harus terus bergerak maju dengan memperkuat sinergi antarstruktur, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota yang ada di Kaltim.
"Kami harus segera menyampaikan dan menyesuaikan program kerja yang telah ditetapkan oleh pengurus besar dan pengurus provinsi agar dapat diturunkan dan dilaksanakan dengan baik di tingkat kabupaten/kota," jelasnya.
Yonathan juga mengajak para guru untuk mendukung program asta cita dari Presiden Prabowo Subianto. Terutama dalam menciptakan sumber daya yang unggul. Mulai dari memperjuangkan guru honorer untuk menjadi ASN yang saat ini jumlahnya masih ratusan ribu.
Sementara itu, Sekretaris Umum PGRI Kaltim, Sunaryo menambahkan kegiatan Konkerprov 2026 dapat dilaksanakan karena berdasarkan anggaran rumah tangga PGRI bab XXXI pasal 104. Yang mana, kewajiban konferensi kerja provinsi pertama membahas dan menilai pelaksanaan keputusan konferensi provinsi atau daerah istimewa.
Kedua, menetapkan program kerja tahunan dan kebijakan organisasi sepanjang tidak bertentangan dengan putusan konferensi. Ketiga, menetapkan pergantian pengurus antar waktu (PAW) apabila terjadi kekosongan atau mengundurkan diri. Terakhir, menetapkan rencana anggaran pendapatan dan belanja organisasi (Rapbo) PGRI provinsi atau daerah.
Diterangkan Sunaryo, acara Konkerprov PGRI Kaltim tahun ini bertajuk ”Peran strategis PGRI Kaltim dalam membangun ekosistem pendidikan Kalimantan Timur”. Dan untuk peserta tahun ini berjumlah 123 orang.
Adapun peserta tersebut terdiri dari unsur pengurus PGRI Kaltim sebanyak 20 orang, unsur perangkat kelengkapan organisasi (LKBH, SLCC, APKS dam Perempuan PGRI Kaltim) sebanyak 4 orang, unsur PGRI Kaltim dari sepuluh kabupaten dan kota se-Kaltim berjumlah 30 orang dan unsur pengurus PGRI Cabang dan perempuan PGRI cabang dan Perempuan PGRI cabang sebanyak 69 orang.
”Alhamdulillah yang terpenting selain acara Konkerprov berjalan dengan sukses, dibarengi dengan jumlah peserta yang semakin meningkat,” tandasnya. (pms/as/rdh)
Editor : Muhammad Ridhuan