BALIKPAPAN — Semangat gotong royong mewarnai program Mudik Hepi 2026 yang digagas Telkomsel. Dari Kota Balikpapan, perusahaan telekomunikasi tersebut secara resmi memberangkatkan 200 peserta mudik gratis agar dapat merayakan Ramadan dan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman.
Pelepasan peserta dilakukan secara simbolis di halaman GraPari Telkomsel Balikpapan, Selasa (12/3/2026), dihadiri manajemen Telkomsel dan para pelanggan yang menjadi penerima manfaat program tersebut.
Program Mudik Hepi merupakan gerakan berbasis gotong royong melalui Telkomsel Poin. Pelanggan dapat berdonasi dengan menukarkan 500 poin setara Rp5.000 melalui aplikasi MyTelkomsel selama periode 18 Februari hingga 10 Maret 2026. Donasi yang terkumpul kemudian dikonversi menjadi tiket perjalanan mudik menggunakan bus maupun kapal laut.
Secara nasional, program ini memberangkatkan 1.100 peserta mudik, yang terintegrasi dengan program Mudik Bersama BUMN.
General Manager Mobile Consumer Business Telkomsel Region Kalimantan, Eureka Meliala, mengatakan mudik memiliki makna lebih dari sekadar perjalanan pulang.
“Bagi banyak orang, mudik bukan hanya perjalanan. Ini tentang memeluk orang tua, bertemu kerabat, menenangkan rindu, dan merayakan harapan. Melalui Mudik Hepi, kami mengajak pelanggan mengubah poin menjadi tiket pulang yang membawa kebahagiaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, setiap poin yang didonasikan pelanggan menjadi wujud nyata gotong royong untuk membantu masyarakat yang membutuhkan agar dapat pulang kampung dengan aman dan nyaman.
Dalam pelaksanaannya, Mudik Hepi 2026 menyediakan perjalanan darat dan laut bagi para peserta.
Untuk moda bus, sekitar 500 peserta diberangkatkan menggunakan 10 armada dari Jakarta menuju sejumlah kota tujuan, seperti Lampung, Palembang, Tasikmalaya, Semarang, Yogyakarta (via Solo), hingga Surabaya.
Sementara untuk moda kapal laut, sekitar 600 peserta diberangkatkan melalui beberapa rute, antara lain Balikpapan–Surabaya pada 14 Maret menggunakan KM Dorolonda, Makassar–Surabaya pada 15 Maret dengan KM Labobar, serta Batam–Tanjung Priok pada 18 Maret menggunakan KM Nggapulu.
Bagi sebagian peserta, program ini menjadi kesempatan berharga untuk berkumpul kembali dengan keluarga di kampung halaman.
Salah satunya Sulamini, pedagang minuman kopi yang tinggal jauh dari keluarga. Ia mengaku sangat bersyukur dapat kembali mengikuti program Mudik Hepi bersama 16 kerabatnya menuju Ponorogo.
“Saya merasa beruntung bisa ikut Mudik Hepi untuk kedua kalinya. Setiap tahun saya menunggu program ini agar bisa pulang bertemu keluarga saat Lebaran,” ujarnya.
Menurutnya, Telkomsel tidak hanya menyediakan tiket perjalanan, tetapi juga memberikan uang saku, bekal makanan, serta obat-obatan selama perjalanan.
“Harapan saya, semoga Telkomsel semakin sukses ke depannya,” tambahnya.
Mekanisme donasi program ini cukup sederhana. Pelanggan cukup membuka aplikasi MyTelkomsel, lalu menukarkan 500 Telkomsel Poin atau kelipatannya untuk didonasikan. Donasi tersebut kemudian dikonversi menjadi tiket perjalanan mudik, uang saku, serta goodie bag bagi peserta.
Penyaluran donasi dilakukan bekerja sama dengan Kitabisa, sementara layanan perjalanan laut didukung oleh PELNI.
Selain Mudik Hepi, Telkomsel juga menghadirkan program Mudik Seru bagi pelanggan Prestige kategori Diamond dan Platinum. Dalam program ini, pelanggan dapat menukarkan 3.500 Telkomsel Poin untuk mendapatkan diskon tiket perjalanan senilai Rp350.000 melalui platform tiket.com.
Program tersebut menjadi bentuk apresiasi bagi pelanggan setia sekaligus memberikan alternatif perjalanan yang lebih nyaman selama periode mudik.
Sepanjang Ramadan, Telkomsel juga menghadirkan berbagai program loyalitas lain melalui Telkomsel Poin, antara lain Undi Undi Hepi dengan hadiah paket umrah, mobil Toyota Zenix dan iPhone 17, Cuan Hepi berupa diskon buka puasa di berbagai merchant, Kamis Kenyang di restoran Solaria, hingga Jumat Nomat untuk tiket bioskop hemat.
Melalui rangkaian program tersebut, Telkomsel berharap dapat menghadirkan lebih banyak manfaat bagi pelanggan, sekaligus memperkuat semangat berbagi dan kebersamaan di bulan Ramadan. (*)
Editor : Ismet Rifani