KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Usai resmi terpilih menjadi ketua umum Ikatan Alumni (Ika) Teknik Pertambangan Universitas Mulawarman (Unmul) periode 2026 hingga 2028, Ir Saprianto ST SH MM IPM Asean Eng lansung tancap gas.
Dia menjalankan program pertamanya. Program kerja yang dijalankan bertepatan dengan Ramadan yakni buka puasa bersama (bukber) dan menyantuni anak yatim-piatu.
Berlangsung di Panti Asuhan Ruhama, Jalan Pangeran Suryanata, Kelurahan Bukit Pinang, kegiatan menyasar 40 anak yatim-piatu, Kamis (12/3).
Ketua Umum Ika Teknik Pertambangan Unmul Ir Saprianto menyampaikan, keberadaan organisasi alumni tidak hanya wadah berkumpul, juga sebagai ruang kolaborasi untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan buka puasa bersama yang dirangkai dengan santunan anak yatim merupakan bentuk kepedulian sosial yang harus terus dijaga dan ditingkatkan oleh para alumni.
“Melalui kegiatan buka puasa bersama dan santunan anak yatim ini, kita berharap dapat berbagi kebahagiaan dan keberkahan Ramadan kepada sesama,” ujarnya.
Sapri berharap kehadiran IKA Teknik Pertambangan Unmul bisa memberikan manfaat nyata secara sosial. “Kami tidak ingin hanya dikenal sebagai praktisi industri, tapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki kepekaan sosial, terutama di momen penuh berkah seperti Ramadan ini,” ungkapnya.
Sedangkan bagi internal alumni, Sapri berharap kegiatan ini semakin mempererat silaturahmi dan solidaritas antaralumni. Juga menjadi agenda rutin yang memupuk rasa kepedulian kolektif, sehingga Ika Teknik Pertambangan Unmul semakin kompak, solid, dan terus menebar kebaikan di Kaltim.
"Saya berpesan kepada adik-adik di panti asuhan, agar mereka tetap semangat mengejar cita-cita dan tidak pernah merasa sendiri. Keterbatasan bukanlah penghalang untuk menjadi orang hebat di masa depan. Kami ingin mereka tahu bahwa ada kakak-kakaknya di Ika Teknik Pertambangan Unmul selalu peduli dan siap mendukung. Jangan tinggalkan ibadah, rajin belajar, dan percaya bahwa setiap kerja keras pasti ada jalannya,” harapnya.
Editor : Rendy Fauzan