SAMARINDA – Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Merdeka Malang, Ir Eko Saputra, segera menapaki tahap akhir studinya menuju gelar Magister Hukum. Setelah menempuh pendidikan selama dua tahun, ia kini memasuki fase penting berupa ujian tesis. Karya ilmiah yang diangkat berjudul “Model Penegakan Hukum Terpadu dalam Penyelesaian Konflik Pertambangan Berizin dan Perkebunan Kelapa Sawit dalam Kawasan Hutan (Studi di Kabupaten Kutai Kartanegara)”.
Dalam proses penyusunannya, Eko dibimbing oleh Prof Kadek Wiwik dan Supriyadi selaku Ketua Prodi Magister Hukum Unmer Malang.
Baca Juga: Universitas Pertamina Goes to Kilang RU V, Sinergi Edukasi dan Industri untuk Generasi Muda
Hukum bukan sekedar teks, tetapi tentang keadilan yang hidup. Sepenggal kalimat tersebut merupakan biasa tapi makna terdalam yang disampaikan oleh Eko Saputra, mahasiswa aktif Fakultas Unmer Malang.
“Penelitian saya tidak hanya menganalisis konflik, tetapi menghasilkan model penegakkan hukum terpadu. Jadi fokus saya melakukan pencegahan konflik bukan hanya penyelesaian konflik di lintas sektor tambang berizin dan perkebunan sawit dalam kawasan hutan,” ucap Eko Saputra.
Eko menilai, judul tesis yang ia buat sangat menarik. Bagaimana tidak, karena dalam judul tersebut mengupas penegakkan hukum terpadu yang bersifat aplikatif bukan hanya analitis.
“Jadi penelitian saya ini bukan hanya di atas kertas, tetapi dapat di aplikasikan ke masyarakat yang benar saat ini mengalami konflik di Kawasan hutan,” sebut pria yang akrab disapa Eko tersebut.
Apalagi memilih tempat penelitian di Kukar dinilainya miniatur konflik nasional. Karena masalah konflik lahan di Kawasan Kukar banyak dialami hampir tiap daerah di Indonesia.
Baca Juga: Promo Kamar “Shocking Rate” Stay 4 Day 3 Night, Pilihan Tepat Nikmati Long Weekend di Samarinda
Sementara, Ketua Prodi Magister Hukum Unmer Malang, Supriyadi mengatakan sebanyak 15 mahasiswa magister hukum mengikuti ujian tesis hukum, dan salah satunya Eko Saputra.
Dia menilai, di Indonesia secara garis besar masalah terbesar penegakkan hukum. Persoalan hukum yang kompleks ialah kepastian hukum yang tetap. Kalau terkait peraturan itu pasti tidak masalah.
“Terkait judul tesis yang diangkat saudara Eko Saputra, yakni lahan konflik kawasan hutan dan perkebunan sawit dalam kawasan hutan. Biasanya banyak kepentingan bermain di sana. Maunya Pak Eko persoalan perkebunan dan kehutanan dapat diselesaikan secara terpadu. Artinya harus selesai masalah perkebunan dan selesai juga masalah hutannya,” jelas Supriyadi.
Apalagi, khususnya wilayah Kaltim banyak pertambangan dan perkebunan sawit dalam kawasan hutan. Karena lahan perkebunan sudah ada undang - undangnya. Kawasan hutan juga ada undang-undangnya.
“Kita tidak bisa menjaga hutan seperti negara Norwegia. Kalau di Indonesia belum ada penjagaan hutan dengan peluang pertumbuhan ekonomi yang pesat. Intinya komitmen pemerintah pusat dan daerah harus menaikkan perekonomian agar tetap tumbuh tanpa merusak kawasan hutan seperti yang terjadi di negara Norwegia,” jelasnya.
Sementara itu, Guru Besar Unmer Malang, Prof Kadek Wiwik berdecak kagum atas judul tesis yang dibuat mahasiswa magister hukum tersebut. “Ya bagus sekali. Belum ada mahasiswa suatu tulisan ilmiah atau tesis model terpadu. Jarang sekali mahasiswa untuk membuat judul ilmiah model terpadu. Saya melihat objektif sesuai fakta yang terjadi saat ini,” tutur Prof Kadek.
Diungkapkannya, Eko menjelaskan secara rinci tesis yang dia buat. “Wah, sekali lagi saya nilai sangat baik isi tesis yang dia paparkan. Semoga ide terpadu tesis dari Pak Eko ke depan menjadi rujukan instansi dinas – dinas terkait. Jadi harus ada tindakan yang fakta di lapangan. Karena ini model ilmiah yang patut diterapkan. Saya berharap hasil penelitian dapat memberikan kontribusi bagi instansi yang berkaitan sebagai solusi menyelesaikan konflik,” harapnya. (pms/as/rdh)
Editor : Muhammad Ridhuan