BALIKPAPAN- PT Pertamina melalui PT Kilang Pertamina Balikpapan terus memperkuat komitmen membangun lingkungan kerja yang sehat dan inklusif melalui Seminar Kesehatan bertema “Bersama Melawan HIV & TB: Edukasi, Pencegahan, dan Dukungan di Lingkungan Kerja” yang digelar di Banua Patra, belum lama ini.
Kegiatan yang menjadi bagian dari Health Program perusahaan tersebut diikuti 128 pekerja dan difokuskan pada peningkatan pemahaman, kepedulian, serta dorongan deteksi dini terhadap Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Tuberkulosis (TB).
Seminar ini digelar sebagai upaya menekan stigma yang masih melekat terhadap penderita HIV dan TB, sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini. KPB menilai, edukasi menjadi langkah strategis untuk membangun lingkungan kerja yang lebih suportif dan peduli terhadap kesehatan pekerja.
Vice President Legal & Relation PT KPB, Asep Sulaeman, mengatakan pemahaman yang benar menjadi fondasi penting dalam menghapus stigma di masyarakat maupun lingkungan kerja.
“Dengan pemahaman yang tepat, kita dapat mengurangi stigma serta menciptakan lingkungan yang lebih suportif. Kepedulian kecil dari diri kita sendiri bisa berarti besar untuk saling menjaga antar sesama,” ujarnya.
Dalam seminar tersebut, KPB menghadirkan narasumber dari Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB), yakni dr. Rudy Mokodompit, Sp.PD, Sp.KL dan dr. Awaluddin Andy Mulyadi A, Sp.P. Materi yang disampaikan mencakup pencegahan, deteksi dini, hingga penanganan HIV dan TB.
Tak hanya pemaparan materi, kegiatan juga diisi diskusi interaktif yang memberi ruang bagi peserta untuk memahami lebih jauh mengenai penanganan penyakit menular tersebut. Seminar turut dilengkapi pre-test dan post-test guna mengukur pemahaman peserta, dengan penghargaan bagi tiga peserta terbaik.
Salah satu peserta seminar, Achmad, menilai kegiatan tersebut membuka perspektif baru terkait pentingnya empati dalam menghadapi persoalan kesehatan.
“Ini bukan hanya soal kesehatan, tapi juga tentang kepedulian dan empati. Dengan pemahaman yang benar, kita bisa saling mendukung dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat,” katanya.
Apresiasi juga datang dari Perwakilan Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI), Yogi. Ia menilai langkah KPB menghadirkan edukasi kesehatan di lingkungan kerja merupakan bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap kesehatan pekerja.
“Kegiatan ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam meningkatkan kesadaran kesehatan. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif, baik di lingkungan kerja maupun masyarakat,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani