KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Semangat kemanusiaan dan kesiapsiagaan bencana di Kalimantan Timur. Tahun ini secara resmi telah dilaksanakan pelantikan jajaran pengurus Badan Penanggulangan Bencana (BAPENA) PPNI Kalimantan Timur untuk masa bakti 2026-2029.
Acara pelantikan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran pengurus DPW PPNI Kaltim, perwakilan instansi terkait, serta tamu undangan lainnya.
Kegiatan tersebut digelar di aula kampus IKIP PGRI Samarinda, Jalan H Suwandi Gunung Kelua Samarinda, Sabtu (9/5/2026).
Pelantikan ini menjadi tonggak penting bagi perawat di Kaltim untuk mengambil peran lebih strategis dalam manajemen darurat bencana di Bumi Etam.
"BAPENA PPNI Kaltim di bawah kepengurusan baru ini mengusung visi untuk meningkatkan kompetensi perawat dalam penanganan bencana, baik dari aspek mitigasi, tanggap darurat, hingga pemulihan pasca-bencana," ungkap Iskandar Ketua BAPENA PPNI Kaltim.
Ditambahkan Iskandar, ada beberapa poin utama hadirnya organisasi ini adalah, peningkatan kapasitas pelatihan berkelanjutan bagi relawan perawat agar siap terjun dalam kondisi ekstrem, sinergi lintas sektor memperkuat kolaborasi dengan BPBD, Basarnas, dan organisasi relawan lainnya di Kalimantan Timur.
Serta, digitalisasi informasi optimalisasi koordinasi personel melalui sistem informasi yang lebih terintegrasi.
Lebih lanjut, Iskandar menambahkan, pelantikan ini bertujuan untuk memperkuat peran BAPENA sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana yang melibatkan tenaga perawat di wilayah Kalimantan Timur.
"BAPENA memiliki peran strategis dalam menyediakan bantuan medis, pelatihan kesiapsiagaan, serta koordinasi dengan pihak terkait saat terjadi bencana, sesuai dengan mandat organisasi PPNI untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," tegasnya.
Sementara itu, Rivan Firdaus Sekretaris DPW PPNI Kaltim juga menyampaikan harapannya agar pengurus baru dapat meningkatkan responsivitas dan kompetensi tim dalam menghadapi berbagai situasi darurat.
“BAPENA adalah bagian penting dari sistem penanggulangan bencana di daerah. Kami berharap pengurus baru dapat membangun sinergi yang kuat dengan pemerintah, lembaga terkait, serta anggota PPNI di seluruh kabupaten/kota untuk memastikan layanan kesehatan yang cepat dan tepat saat bencana terjadi,” ujarnya.
Yang tidak kalah penting adalah organisasi memperkuat posisi khususnya kepada BAPENA PPNI Kaltim sebagai organisasi profesi yang tidak hanya fokus pada pengembangan kompetensi anggota, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga kesejahteraan masyarakat, terutama dalam situasi bencana.
"Selamat bertugas, BAPENA PPNI Kaltim Perawat Tangguh, Masyarakat Terlindungi, Kaltim Berjaya," ucap Rivan.
Acara ditutup dengan penandatanganan komitmen kerja sama dan sesi diskusi penyusunan program kerja BAPENA periode 2026-2029.
Program kerja tersebut meliputi pelatihan kesiapsiagaan bencana untuk anggota, simulasi penanganan bencana, serta pembentukan tim relawan medis yang siap dikerahkan kapan saja.
Sebagai informasi, kegiatan itu juga dihadiri Perwakilan Dinas Kesehatan Kaltim, Perwakilan BPBD Kaltim, anggota DPW PPNI Kaltim.
Serta, dalam pelantikan itu 17 orang sudah sah dilantik jadi pengurus BAPENA PPNI KALTIM. (kh///)
Editor : Almasrifah