Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Sinergi Akademik, Mahasiswa STIKES Mutiara Mahakam Samarinda Sukses Gelar Pelatihan PPGDON di Bapelkesmas Bali

Khairul Anwar • Kamis, 14 Mei 2026 | 08:04 WIB
BERKOMPETEN: Kegiatan yang berlangsung pada 4-9 Mei 2026, bertujuan mencetak tenaga kesehatan yang tidak hanya mahir secara teori, tetapi juga tanggap dan presisi dalam menghadapi situasi kritis pada ibu hamil dan bayi baru lahir.
BERKOMPETEN: Kegiatan yang berlangsung pada 4-9 Mei 2026, bertujuan mencetak tenaga kesehatan yang tidak hanya mahir secara teori, tetapi juga tanggap dan presisi dalam menghadapi situasi kritis pada ibu hamil dan bayi baru lahir.

KALTIMPOST.ID, DENPASAR, 13 Mei 2026 – Mahasiswa Program Studi Kebidanan STIKES Mutiara Mahakam Samarinda kembali menorehkan prestasi melalui penguatan kompetensi klinis.

Bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Bapelkesmas Provinsi Bali, mereka sukses menyelenggarakan pelatihan Penanganan Penderita Gawat Darurat Obstetri dan Neonatus (PPGDON).

Kegiatan yang berlangsung intensif selama enam hari ini bertujuan untuk mencetak tenaga kesehatan yang tidak hanya mahir secara teori, tetapi juga tanggap dan presisi dalam menghadapi situasi kritis pada ibu hamil dan bayi baru lahir.

Pelatihan ini mencakup berbagai simulasi penanganan kegawatdaruratan. Di antaranya, Resusitasi Neonatus, teknik bantuan hidup dasar pada bayi yang mengalami asfiksia, penanganan cepat untuk mencegah fatalitas pada ibu pasca-persalinan.

Selain itu, prosedur stabilisasi pasien dalam kondisi tekanan darah tinggi akut, Teknik transportasi dan rujukan yang aman menuju fasilitas kesehatan lanjutan.

"Dengan tuntasnya pelatihan ini, STIKES Mutiara Mahakam Samarinda kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, berdaya saing, dan siap berkontribusi menekan angka kematian ibu (AKI) serta angka kematian bayi (AKB) di Indonesia," ungkap Herni Johan, Ketua STIKES Mutiara Mahakam Samarinda.

Lebih lanjut, Herni Johan menambahkan, ia tidak lupa mengucapkan selamat kepada para mahasiswa yang telah selesai melaksanakan pelatihan di UPTD Bapelkesmas Provinsi Bali.

Mahasiswa Program Studi Kebidanan STIKES Mutiara Mahakam Samarinda mengabadikan momen saat Pelatihan Pelatihan PPGDON di Bapelkesmas Bali, Rabu, 13 Mei 2026. (IST)
Mahasiswa Program Studi Kebidanan STIKES Mutiara Mahakam Samarinda mengabadikan momen saat Pelatihan Pelatihan PPGDON di Bapelkesmas Bali, Rabu, 13 Mei 2026. (IST)

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para fasilitator yang telah membimbing dan mendampingi mahasiswa STIKES MM selama kegiatan pelatihan berlangsung, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar.

"Selain mengikuti pelatihan, para peserta juga mendapatkan kesempatan mengikuti tour budaya di Bali sebagai sarana menambah wawasan dan pengalaman budaya. Kami mengucapkan terima kasih kepada pimpinan dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini," tutur Herni.

Lulusan STIKES Mutiara Mahakam Samarinda Program Studi Kebidanan selain memiliki ijazah, juga diharapkan mempunyai keterampilan yang baik dan kompeten di bidangnya.

Dalam mendukung kompetensi tersebut, mahasiswa dibekali pendamping ijazah berupa sertifikat PPGDON sebagai bukti kemampuan tambahan dalam penanganan kegawatdaruratan obstetri dan neonatal.

"PPGDON (Penanganan Penderita Gawat Darurat Obstetri Neonatus) adalah pelatihan khusus bagi bidan dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan keterampilan dalam menangani kegawatdaruratan medis saat persalinan. Tujuannya untuk mempercepat response time dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi," terang Herni.

Keberhasilan kegiatan ini diharapkan membawa dampak positif bagi kualitas pelayanan kesehatan di Kalimantan Timur, khususnya Samarinda.

Sekembalinya dari Bali, para mahasiswa ini diharapkan siap diterjunkan ke masyarakat sebagai bidan yang memiliki skill penyelamatan nyawa (life-saving) yang mumpuni.

"Dengan tuntasnya pelatihan ini, STIKES Mutiara Mahakam Samarinda kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, berdaya saing, dan siap berkontribusi menekan angka kematian ibu (AKI) serta angka kematian bayi (AKB) di Indonesia," harap Herni Johan.

Sebagai informasi, peserta adalah mahasiswa Prodi D3 Kebidanan dan S1 Kebidanan, kampus mengutus mahasiswa 56 orang dan 1 pendamping Ka Prodi S1 Kebidanan dan Profesi Bidan Fitriana Sindi, dilaksanakan di UPTD Bapelkesmas Provinsi Bali (Balai Pelatihan Kesehatan Masyarakat Provinsi Bali). (Kh)

Editor : Almasrifah
#stikes mutiara mahakam samarinda #Program Studi Kebidanan #Pelatihan PPGDON #Bapelkesmas Bali #Penanganan Penderita Gawat Darurat Obstetri Neonatus