SAMARINDA – Guna memperluas cakrawala pengetahuan di bidang pertanian modern, sejumlah siswa dari SMK Kehutanan Negeri Samarinda melakukan kunjungan belajar ke pusat budidaya Rusmin Hidroponik. Kunjungan ini fokus pada pembelajaran mendalam mengenai proses penyusunan serta perencanaan perkebunan melon dengan sistem hidroponik.
"Kegiatan ini bertujuan menyelaraskan teori yang didapatkan di sekolah dengan praktik langsung di lapangan, khususnya dalam pemanfaatan teknologi pertanian mutakhir yang efisien dan bernilai ekonomi tinggi," ujar Ramlan, guru pembimbing SMK Kehutanan Negeri Samarinda.
Ramalan menjelaskan, para siswa tidak hanya melihat fasilitas pendederan dan pembesaran, tetapi juga terlibat aktif dalam sesi diskusi teknis. Fokus utama pembelajaran kali ini meliputi, perencanaan tata letak kebun, memahami efisiensi ruang dan instalasi pipa atau polybag untuk memaksimalkan kapasitas produksi melon.
Siswa juga mempelajari formulasi nutrisi yang tepat untuk tanaman melon di setiap fase pertumbuhan, mulai dari vegetatif hingga generatif. Selain itu, strategi menjaga sterilitas lingkungan hidroponik guna meminimalkan risiko gagal panen tanpa ketergantungan berlebih pada pestisida kimia.
"Mereka membagikan pengalaman langsung mengenai analisis usaha, perencanaan kalender tanam agar produksi tetap stabil, hingga peluang pasar komoditas melon hidroponik yang saat ini sedang diminati masyarakat karena kualitas rasa yang lebih manis dan renyah," kata Ramlan.
Baca Juga: Kanwil Kemenkum Perkuat PPNS: Benahi Administrasi hingga Koordinasi Pelaksanaan Tugas
Menurutnya, sinergi pendidikan dan industri pertanian modern sangat diperlukan. Kompetensi di bidang hidroponik ini menjadi nilai tambah bagi para siswa.
"Meski basis utama sekolah adalah kehutanan, pemahaman mengenai integrasi teknologi agribisnis dan pemanfaatan lahan secara optimal sangat relevan dengan perkembangan dunia kerja saat ini," terang Ramlan.
Pihaknya berharap kunjungan ini dapat memicu kreativitas dan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) para siswa. Hidroponik adalah masa depan pertanian modern yang efisien, dan melatih mereka merencanakan perkebunan sejak dini.
Melalui kunjungan belajar ini, siswa SMK Kehutanan juga diharapkan mampu menyusun proposal perencanaan usaha pertanian mandiri dan mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk program-program inovasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat luas. (s)
Editor : Sukri Sikki