KALTIMPOST.ID, KUTAI TIMUR-PT Perkasa Inakakerta (Bayan Group) menggelar upacara peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 pada Jumat, 5 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Area Office Beruang, Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur ini mengusung tema “Jaga Alam, Rawat Iklim, Lestarikan Masa Depan”.
Tema tersebut menjadi pengingat sekaligus ajakan kepada seluruh insan perusahaan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta mulai melakukan aksi nyata demi menjaga kelestarian bumi dan memperbaiki iklim.
Baca Juga: Bayan Run 2025 Siap Digelar, Diramaikan 6.000 Pelari
Upacara dihadiri oleh jajaran manajemen dan karyawan PT Perkasa Inakakerta (Bayan Group), kontraktor PT Antareja Mahada Makmur, serta mitra kerja perusahaan. Secara keseluruhan, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 150 peserta.
Dalam kesempatan tersebut, turut dilaksanakan penyerahan simbolis penghargaan sertifikat PROPER Periode 2024–2025 Peringkat Biru.
Penghargaan diserahkan oleh Kepala Teknik Tambang PT Perkasa Inakakerta, Yohanes Didit Setiarja, kepada perwakilan manajemen PT Perkasa Inakakerta, Yunianto DS.
Selain itu, dilakukan pula penyerahan bibit tanaman secara simbolis oleh Yohanes Didit Setiarja kepada Penanggung Jawab Operasional PT Antareja Mahada Makmur serta seluruh mitra kerja PT Perkasa Inakakerta sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pelestarian lingkungan.
Dalam sambutannya, Yohanes Didit Setiarja menekankan pentingnya konsistensi dalam melakukan tindakan nyata untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Ia mengajak seluruh peserta untuk menerapkan kebiasaan sederhana namun berdampak besar, seperti melakukan penanaman pohon, menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta memilah sampah dengan baik.
Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini, PT Perkasa Inakakerta berharap kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan dapat terus tumbuh di lingkungan kerja sehingga tercipta budaya perusahaan yang lebih bertanggung jawab terhadap keberlanjutan dan masa depan bumi. (ADV)
Editor : Almasrifah