Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pertamina Hadirkan PLTS di Kapal, Pangkas Emisi Karbon hingga 79,2 Ton CO₂ per Tahun

Ajie Chandra • Jumat, 19 Juni 2026 | 19:54 WIB
TRANSISI ENERGI: Pemasangan dan pengoperasian sistem PLTS dilakukan di galangan kapal di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Kamis (11/6/2026), dipantau langsung Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono.
TRANSISI ENERGI: Pemasangan dan pengoperasian sistem PLTS dilakukan di galangan kapal di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Kamis (11/6/2026), dipantau langsung Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono.

JAKARTA – Komitmen PT Pertamina (Persero) mempercepat transisi energi kini merambah sektor maritim. Melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada Kapal Oil Barge (OB) Patra 2303 milik PT Pertamina Trans Kontinental (PTK), perusahaan berhasil memangkas emisi karbon hingga 79,2 ton CO₂ per tahun sekaligus mengurangi konsumsi bahan bakar diesel secara signifikan.

Inovasi tersebut menjadi langkah strategis Pertamina dalam memperluas pemanfaatan energi bersih di seluruh rantai bisnis perusahaan, termasuk armada pendukung distribusi energi nasional yang selama ini masih mengandalkan bahan bakar fosil.

Pemasangan dan pengoperasian sistem PLTS dilakukan di galangan kapal di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Kamis (11/6/2026), serta dipantau langsung oleh Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono.

Agung mengatakan, penerapan energi surya pada kapal menjadi bukti bahwa upaya pengurangan penggunaan bahan bakar fosil tidak hanya dapat dilakukan di sektor darat, tetapi juga pada transportasi laut.

"Pemanfaatan energi surya yang dipadukan dengan baterai menunjukkan bahwa dedieselisasi tidak hanya dapat dilakukan di darat, tetapi juga di laut. Ini menjadi bukti bahwa Pertamina siap mendukung percepatan transisi energi," ujarnya.

Menurut Agung, proyek tersebut merupakan bagian dari peta jalan Pertamina dalam mencapai target Net Zero Emission (NZE) 2060 atau lebih cepat melalui berbagai program penurunan emisi di seluruh lini bisnis.

Ia juga menegaskan, keberhasilan implementasi PLTS di kapal merupakan hasil sinergi berbagai subholding Pertamina. Kolaborasi antara Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) sebagai penyedia solusi energi terbarukan, PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) sebagai operator armada, serta Pertamina International Shipping (PIS) sebagai induk usaha, menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat operasional sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional.

Sementara itu, Direktur Utama PNRE, John Anis menjelaskan, sistem yang diterapkan menggunakan PLTS off-grid berkapasitas 11,5 kWp yang terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 32 kWh.

Energi yang dihasilkan panel surya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan daya auxiliary engine kapal sehingga sebagian konsumsi diesel dapat digantikan oleh energi terbarukan.

"PLTS pada kapal OB Patra 2303 mampu mensubstitusi kebutuhan energi hingga enam jam operasional kapal. Dengan implementasi ini, konsumsi bahan bakar dapat ditekan secara signifikan," kata John.

Berdasarkan perhitungan perusahaan, sistem tersebut berpotensi menghemat konsumsi diesel hingga 28,08 kiloliter per tahun, sekaligus menjadi model penerapan energi terbarukan yang efektif pada sektor transportasi laut.

Direktur Perencanaan Bisnis Pertamina International Shipping (PIS), Eka Suhendra menambahkan, proyek ini menjadi tonggak penting dalam strategi dekarbonisasi sektor maritim Pertamina. Selain penerapan berbagai teknologi efisiensi energi pada armada, pemanfaatan tenaga surya dinilai membuka peluang baru bagi operasional pelayaran yang lebih ramah lingkungan.

"Keberhasilan proyek ini memperlihatkan bahwa transisi energi dapat berjalan melalui kolaborasi, inovasi, dan keberanian menghadirkan teknologi baru," ujar Eka.

Implementasi PLTS pada Kapal OB Patra 2303 mempertegas komitmen Pertamina dalam menghadirkan inovasi rendah karbon di sektor maritim. Selain meningkatkan efisiensi operasional, langkah ini juga memperkuat kontribusi perusahaan terhadap target dekarbonisasi nasional dan pembangunan ekosistem energi bersih di Indonesia. (*)

Editor : Ismet Rifani
#PLTS di kapal #PT Pertamina Trans Kontinental #Agung Wicaksono. #Kapal OB Patra 2303 #pt pertamina (persero)