Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pertamina Patra Niaga Kalimantan Latih Warga Binaan Lapas Balikpapan Bertani, AFT Sepinggan Bekali Kemandirian Ekonomi

Ajie Chandra • Minggu, 28 Juni 2026 | 19:18 WIB
KETAHANAN PANGAN: Komitmen PT PPN Regional Kalimantan melalui AFT Sepinggan mewujudkan ketahanan pangan dilaksanakan di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Balikpapan pada Rabu (24/6). (PPN for KP)
KETAHANAN PANGAN: Komitmen PT PPN Regional Kalimantan melalui AFT Sepinggan mewujudkan ketahanan pangan dilaksanakan di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Balikpapan pada Rabu (24/6). (PPN for KP)

BALIKPAPAN – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Kalimantan melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sepinggan memperkuat komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan masyarakat. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan menggelar pelatihan pengelolaan lahan dan peningkatan produktivitas pertanian bagi warga binaan Lapas Kelas IIA Balikpapan.

Kegiatan yang berlangsung di kawasan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Balikpapan pada Rabu (24/6) itu diikuti 11 warga binaan yang sedang menjalani program asimilasi. Peserta mendapat pelatihan mengolah kembali tanah bekas media tanam agar tetap produktif, meski menghadapi karakteristik tanah Balikpapan yang relatif kurang subur.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menciptakan masyarakat yang mandiri melalui peningkatan keterampilan.

Baca Juga: Pertamina Hadirkan PLTS di Kapal, Pangkas Emisi Karbon hingga 79,2 Ton CO₂ per Tahun

"Program TJSL ini berfokus pada penciptaan kemandirian masyarakat. Kami berharap warga binaan memiliki bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat, sehingga mampu membangun usaha produktif dan membuka peluang ekonomi bagi keluarga maupun lingkungannya," ujarnya.

Program tersebut mendapat apresiasi dari Lapas Kelas IIA Balikpapan. Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, Setyo D. Moko, menjelaskan kerja sama dengan Pertamina telah berlangsung sejak 2022. Awalnya melalui program pengelolaan limbah, kemudian berkembang ke sektor pertanian pada 2025.

Salah satu dukungan terbesar yang diberikan Pertamina adalah pembangunan greenhouse berukuran 22 x 11 meter di area SAE. Fasilitas tersebut telah dimanfaatkan untuk budidaya berbagai komoditas, termasuk panen perdana melon dengan hasil sekitar 400 kilogram.

"Kami sangat berterima kasih atas pendampingan berkelanjutan dari Pertamina. Program ini memberikan dampak positif terhadap pembinaan warga binaan, terutama dalam meningkatkan keterampilan di bidang pertanian," katanya.

Baca Juga: PPN Kalimantan Perkuat Kemandirian Kelompok Tani Binaan AFT Sepinggan

Saat ini, kawasan SAE seluas sekitar 7.000 meter persegi dimanfaatkan sebagai lokasi budidaya hortikultura, perikanan, dan peternakan. Berbagai komoditas yang dikembangkan antara lain melon, cabai, sawi, kangkung, pisang, hingga budidaya ikan dan ayam.

Sebagai bentuk dukungan lanjutan, Pertamina juga menyerahkan berbagai sarana produksi pertanian, seperti mesin sprayer, pupuk kandang, sekam, bahan pembuatan pestisida alami, serta ember fermentasi pupuk. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian ekonomi warga binaan setelah kembali ke tengah masyarakat. (adv/aji/rdh)

Editor : Muhammad Ridhuan
#AFT Sepinggan #Pelatihan pertanian warga binaan #pertamina patra niaga #lapas balikpapan #ketahanan pangan