BALIKPAPAN – Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Kaltim memperkuat sinergi dengan pelaku usaha, eksportir, dan media melalui Focus Group Discussion (FGD) Persyaratan Karantina Ekspor Komoditas Hewan, Ikan, dan Tumbuhan di Balikpapan, Rabu (8/7).
Kepala Karantina Kaltim Arum Kusnila Dewi mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan menyosialisasikan regulasi terbaru sekaligus menyamakan persepsi terkait persyaratan karantina agar komoditas ekspor Kaltim mampu bersaing di pasar internasional.
"Karantina bukan sebagai penghambat perdagangan, melainkan facilitator of trade. Kami ingin memastikan setiap komoditas yang keluar dari Kalimantan Timur memiliki daya saing tinggi dan meminimalkan penolakan di negara tujuan," ujarnya.
Dalam forum tersebut, Karantina Kaltim memaparkan berbagai persyaratan ekspor ke sejumlah negara, termasuk standar mutu, kesehatan, serta sistem ketertelusuran (traceability) untuk komoditas unggulan seperti sarang burung walet dan produk perikanan.
FGD juga menjadi ruang diskusi antara pemerintah dan pelaku usaha untuk membahas berbagai tantangan ekspor, mulai dari perubahan standar negara tujuan hingga percepatan proses sertifikasi.
Melalui kolaborasi tersebut, Karantina Kaltim berharap kualitas komoditas ekspor terus meningkat sehingga mampu memperluas akses pasar internasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (adv/aji/rdh)
Editor : Muhammad Ridhuan