KALTIMPOST.ID, Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia (IATPI) Provinsi Kalimantan Timur sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) 2026 sebagai upaya memperkuat tata kelola organisasi serta meningkatkan pembinaan profesi secara berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan, Kalimantan Timur, Jumat (29/5), mengusung tema "Penguatan kompetensi dan peran strategis IATPI dalam Menjawab tantangan lingkungan masa depan."
Muscab diikuti perwakilan Pengurus Pusat IATPI, anggota dari berbagai kabupaten/kota di Kaltim, akademisi, praktisi, konsultan, hingga unsur pemerintah yang berkaitan dengan bidang teknik lingkungan dan teknik penyehatan.
Penanggung jawab Muscab IATPI Kaltim, Evry Biaktama Meliala mengatakan terkait tema yang dipilih memiliki makna yang sangat relevan dengan kondisi saat ini.
Tantangan lingkungan ke depan semakin kompleks, mulai pengelolaan persampahan, sanitasi, perubahan iklim, pencemaran lingkungan, ketahanan air, hingga pembangunan kawasan perkotaan dan Ibu Kota Nusantara yang berwawasan lingkungan. Dalam menghadapi tantangan tersebut, diperlukan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, inovatif, dan mampu berkolaborasi lintas sektor.
"Kami berharap melalui IATPI tidak hanya menjadi wadah profesi, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam memberikan solusi terhadap berbagai persoalan lingkungan," ucapnya.
Dikatakannya, dalam Muscab IATPI Kaltim berhasil melaksanakan pemilihan ketua baru periode 2026–2027 secara demokratis.
Dan yang resmi dipilih melalui musyawarah mufakat yaitu Ir Fernando Kali Mau ST MT.
Diketahui, data terakhir dari pengurus pusat IATPI bahwa jumlah anggota IATPI yang berasal dari Provinsi Kaltim sebanyak 99 anggota yang terdiri dari 71 anggota Non SKA dan SKK, 15 Anggota ber SKA dan 13 anggota yang ber-SKK.
Sementara itu, Ketua terpilih IATPI Kaltim, Ir Fernando Kali Mau ST MT, menyampaikan komitmennya untuk menjadikan IATPI Kaltim sebagai organisasi profesi yang adaptif, kolaboratif, dan responsif terhadap berbagai isu lingkungan strategis.
"Melalui penguatan kompetensi anggota dan peningkatan sinergi lintas sektor, IATPI kita harapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mewujudkan kualitas lingkungan hidup yang lebih baik bagi masyarakat Kalimantan Timur," tegas prison yang akrab disapa Nando tersebut.
Adapun dalam muscab tersebut menghasilkan enam rekomendasi strategis. Yakni mendorong peningkatan kompetensi dan sertifikasi tenaga profesional di bidang teknik lingkungan dan teknik penyehatan, Memperkuat peran IATPI sebagai mitra strategis pemerintah dalam penyusunan kebijakan, perencanaan, dan implementasi program lingkungan hidup dan sanitasi.
Serta meningkatkan kegiatan dan aktivitas pengabdian masyarakat sebagai wujud eksistensi dan kebermanfaatan organisasi dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
"Di akhir muscab 2026 kita komitmen bersama untuk terus memperkuat peran profesi teknik lingkungan dan teknik penyehatan dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan, tangguh, dan berwawasan lingkungan," papar Nando.
Editor : Hernawati