Mengangkasa di Kancah Global: Muhammad Bintang Prabu Adinata dan Maharatu Bulan Adinata Buktikan Pemuda Indonesia Mampu Bersaing di Tingkat Dunia

Khairul Anwar • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 12:19 WIB
Muhammad Bintang Prabu Adinata dan Maharatu Bulan Adinata dalam ajang Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia. (IST)
Muhammad Bintang Prabu Adinata dan Maharatu Bulan Adinata dalam ajang Asia Youth International Model United Nations 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia. (IST)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Indonesia kembali dibuat bangga oleh torehan prestasi di panggung internasional. Dua talenta muda berprestasi, Muhammad Bintang Prabu Adinata dan Maharatu Bulan Adinata, sukses membuktikan bahwa generasi muda Indonesia mampu berdiri sejajar dan bersaing di tingkat dunia.

Melalui kombinasi kemampuan di bidang diplomasi, teknologi, dan seni budaya, keduanya telah berkali-kali dipercaya menjadi perwakilan resmi Indonesia dalam berbagai ajang bereputasi internasional.

Di usia yang masih belia, kakak beradik asal Kalimantan Timur ini berhasil membuktikan bahwa generasi muda Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia.

Melalui bidang diplomasi, teknologi, dan seni budaya, keduanya telah berkali-kali dipercaya menjadi perwakilan Indonesia dalam berbagai ajang internasional.

Muhammad Bintang Prabu Adinata dikenal sebagai sosok muda yang aktif di bidang diplomasi, kepemimpinan, teknologi, dan seni budaya.

Ia terpilih sebagai Delegate of UNESCO Junior Council dalam ajang Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Pada ajang tersebut, Bintang juga meraih penghargaan Best Dress berkat penampilannya mengenakan pakaian adat Dayak Kenyah, Kalimantan Timur, sebagai bentuk promosi budaya Indonesia kepada dunia.

Tak hanya itu, Bintang juga terus mengembangkan kompetensinya di bidang teknologi dengan mengikuti berbagai program internasional di Jepang, seperti Quantum Computing Workshop, Coding Workshop, hingga AI and Machine Learning Workshop yang diselenggarakan di The Institute of Science Tokyo dan The University of Tokyo.

Baginya, penguasaan teknologi dan diplomasi menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan global di masa depan.

Sementara itu, sang adik, Maharatu Bulan Adinata, menorehkan prestasi melalui seni tari, public speaking, dan kegiatan sosial.

Pada 2025, Bulan dipercaya mewakili Indonesia dalam Andong Mask Festival di Korea Selatan dengan membawakan Tari Papua dan Tari Betawi sebagai bagian dari promosi budaya Indonesia di hadapan delegasi dari berbagai negara.

Selain aktif di bidang seni, Bulan juga pernah mengikuti Public Speaking Championship dengan membawakan legenda Pesut Mahakam, meraih penghargaan Favorite 3 Winner pada Kompetisi English News Reading tingkat nasional bersama Apple Town Samarinda, aktif menjadi sukarelawan pembawa acara dalam berbagai kegiatan sosial, serta dipercaya menjadi player escort Tim Nasional Sepak Bola Indonesia pada pertandingan Kualifikasi Piala Dunia FIFA Zona Asia.

Prestasi internasional Bulan kembali bertambah saat mengikuti World Dance Festival 2026 di Bali. Ia tampil sebagai perwakilan Indonesia termuda sekaligus satu-satunya wakil dari Pulau Kalimantan dan berhasil meraih Medali Perunggu (3rd Place Bronze Medal) setelah bersaing dengan peserta dari berbagai negara.

Terbaru, Bintang dan Bulan kembali mengharumkan nama Indonesia pada Llangollen International Musical Eisteddfod 2026 di Wrexham, Wales, Inggris.

Bersama tim Indonesia, keduanya sukses mempersembahkan Juara 1 kategori Traditional Folk Dance Group dan Juara 3 kategori Children's Traditional Folk Dance Group, mengungguli peserta dari berbagai negara.

Keberhasilan tersebut semakin menegaskan peran keduanya sebagai duta muda Indonesia dalam memperkenalkan seni, budaya, dan potensi bangsa di tingkat internasional.

Rangkaian prestasi yang diraih Bintang dan Bulan menjadi bukti bahwa kerja keras, dedikasi, dan semangat belajar mampu membawa putra-putri daerah bersaing di panggung dunia.

Kisah keduanya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berkarya, berprestasi, dan berani membawa nama bangsa ke tingkat internasional.

Kiprah Muhammad Bintang Prabu Adinata dan Maharatu Bulan Adinata menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan geografis dan batas negara bukan lagi penghalang untuk mengukir prestasi.

Kehadiran mereka di kancah internasional sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai bangsa yang besar, adaptif, dan penuh inovasi.

"Kami berharap apa yang kami perjuangkan di tingkat internasional bisa menjadi pemicu semangat bagi anak-anak muda Indonesia lainnya. Kita memiliki modal besar berupa kecerdasan, budaya yang kaya, dan kreativitas untuk bisa memimpin di masa depan," ungkap Bintang dalam sebuah kesempatan.

Pemerintah dan berbagai pihak terus memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian Bintang dan Bulan.

Diharapkan langkah manis mereka dapat terus berlanjut serta menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk berani bermimpi besar dan membawa nama Merah Putih mengangkasa di dunia internasional.

Sebagai informasi, Bintang bersekolah di Thursina International Islamic Boarding School Malang, sedangkan Bulan bersekolah di SD Islamic Center Samarinda, Kalimantan Timur. (*)

Editor : Almasrifah
Maharatu Bulan Adinata Delegate of UNESCO Junior Council AYIMUN Muhammad Bintang Prabu Adinata