KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Poltekkes Kemenkes Kaltim melalui Jurusan Promosi Kesehatan terus melakukan pengabdian demi pengabdian bagi warga di Kaltim. Salah satunya Pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang sukses dilaksanakan berupa edukasi terkait kasus diabetes.
Kali ini, sosialisasi diberikan tim dosen dan mahasiswa kepada warga RT 19 Kelurahan Simpang Tiga Samarinda, Jumat (12/6). Ketua PKM Sosialisasi Penyakit Diabetes, Irma Desylia Maharani mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk melawan lonjakan kasus diabetes di Kaltim membutuhkan langkah praktis, bukan sekadar sosialisasi formal.
Pendekatan jemput bola menjadi kunci membekali warga agar mampu mendeteksi dini sekaligus membentengi keluarga mereka dari ancaman diabetes. ”Karena lewat pendekatan jemput bola sebagai upaya kita menekan angka diabetes di benua etam, sekaligus mengajak warga untuk mengenali risiko dan mengubah gaya hidup sejak dini,” ucapnya.
Baca Juga: Tembus Rp20 Triliun, Kutim Jadi Daerah dengan Investasi Terbesar Kedua di Kaltim
Menurutnya, ancaman diabetes melitus di Kaltim kian mengkhawatirkan. Karena mulai bergeser mengintai usia produktif akibat gaya hidup minim aktivitas fisik dan maraknya konsumsi kuliner manis kekinian. Sebagian besar penderita baru menyadari kondisinya saat komplikasi serius sudah telanjur terjadi.
Keengganan warga memeriksakan diri secara dini ke fasilitas kesehatan karena merasa tubuhnya masih sehat membuat silent killer ini leluasa berkembang tanpa gejala. Kurangnya kesadaran inilah yang menuntut edukasi kesehatan harus lebih aktif dari rumah ke rumah.
"Kita dalam melakukan pencegahan diabetes tidak harus menunggu diagnosis medis, kegiatan paling ampuh di ranah kesehatan masyarakat adalah literasi. Melalui edukasi jemput bola ini, kita membangun kesadaran mandiri agar setiap keluarga mampu menyaring apa yang masuk ke piring dan gelas mereka sehari-hari," tegasnya.
Baca Juga: Samarinda Jadi Penyumbang Terbesar Perjalanan Wisnus Kaltim pada Mei 2026
Pihaknya berharap kegiatan ini mendorong warga untuk berkomitmen dalam menerapkan pola hidup sehat guna mencegah penyakit diabetes melitus. Rencana tindak lanjut yang ditetapkan antara lain yaitu penempelan media brosur dan poster gaya hidup sehat di RT 19 Kelurahan Simpang Tiga, serta pembentukan kelompok warga "Keluarga Sadar Diabetes" sebagai penggerak aktivitas fisik bersama di lingkungan rukun tetangga.
Sementara itu, perwakilan Kader di rt 19 Kelurahan Simpang Tiga, Siti Zuliatin menambahkan untuk edukasi yang diberikan tim dosen dari Poltekkes Kaltim sangat berguna meningkatkan kesadaran bagi warga disini.
Kesadaran warga dalam mengenali perilaku berisiko seperti konsumsi gula berlebih dan malas bergerak meningkat setelah kegiatan edukasi ini dilaksanakan. “Kami berkomitmen untuk terus menindaklanjuti kegiatan ini dengan aktif mengkampanyekan prinsip gerakan masyarakat hidup sehat di tingkat keluarga serta memanfaatkan media brosur yang dibagikan sebagai pengingat harian warga. Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi dan merasa terbantu atas kegiatan ini,” pungkasnya. (s/pms)
Editor : Sukri Sikki