BALIKPAPAN- Konektivitas antara Surabaya dan Balikpapan bukan sekadar soal garis penerbangan langsung berdurasi 90 menit. Lebih dari itu, kedua kota ini memiliki denyut ekonomi dan ikatan geografis yang saling melengkapi.
Memanfaatkan momentum tersebut, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) menggelar agenda Table Top bertajuk “Surabaya: Where Business Meets Leisure" di Hotel Platinum Balikpapan, Selasa (21/7).
Langkah agresif ini diambil bukan tanpa alasan. Balikpapan dipandang sebagai pasar strategis sekaligus gerbang utama di Kalimantan Timur yang kerap mengalirkan wisatawan, perjalanan bisnis, hingga kunjungan edukasi ke Surabaya.
Dalam forum bisnis ini, rombongan Disbudporapar Surabaya memboyong 32 instansi untuk bertemu langsung dengan lebih dari 100 calon buyer asal Balikpapan, mulai dari agen travel, perwakilan korporasi, hingga instansi pemerintah.
Kepala Bidang Pariwisata Disbudporapar Surabaya, Farah Andita Ramdhani, menjelaskan sekitar 80 persen delegasi yang diboyong berasal dari industri perhotelan. Mereka hadir menawarkan harga khusus dan paket penawaran terbaik (best deal) yang hanya bisa didapatkan selama acara Table Top berlangsung.
"Tujuannya, kami membawa pelaku industri pariwisata Surabaya untuk bertatap muka dan menjalin bisnis dengan pelaku pariwisata di Balikpapan, sehingga minat kunjungan ke Surabaya terus meningkat," ujar Farah.
Menariknya, Surabaya tidak hanya menjajakan kamar hotel. Pilihan destinasi unggulan pun turut ditawarkan secara lengkap mulai dari Medical Tourism, merupakan inovasi terbaru layanan kesehatan berstandar internasional yang diwakili oleh dua rumah sakit ternama di Surabaya. Kemudian dari segi wisata heritage dan alam, pihaknya mengenalkan pesona Kawasan Kota Lama dengan Jeep Tour, Wisata Perahu Kalimas yang tengah direvitalisasi dan dilengkapi pertunjukan lampu (light show), Ekowisata Mangrove, Kebun Binatang Surabaya, hingga Taman Harmoni dan Hutan Bambu Keputih.
Untuk sport and leisure tourism diperkenalkan paket gabungan (itinerary) khusus bagi para pencinta olahraga golf. Hingga program shopping tourism, merupakan Kampanye "Holiday Super Sale" yang disiapkan secara masif selama satu bulan penuh sepanjang bulan Desember.
Meski tidak mematok transaksi angka dalam hitungan hari, Farah optimistis dampak positif dari Table Top ini akan terasa dalam rentang 3 hingga 6 bulan ke depan.
EFEK KUNJUNGAN BALASAN
Langkah responsif Surabaya mendapat apresiasi hangat dari Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Balikpapan, sekaligus Direktur Operasional Platinum Group, Soegianto. Menurutnya, apa yang dilakukan Kota Pahlawan adalah contoh nyata konsistensi dalam menjaga pasokan wisatawan.
"Wisata itu, bagaimanapun juga, kuncinya ada pada promosi yang berkelanjutan. Hasil promosi hari ini mungkin tidak langsung dipetik sekarang, tetapi untuk tahun depan. Saya sangat setuju dan salut dengan pergerakan teman-teman dari Surabaya," ungkap Soegianto saat membuka jalannya kegiatan.
Ia menambahkan, kehadiran Disbudporapar Surabaya ke Balikpapan kali ini sejatinya merupakan kunjungan balasan, mengingat tahun lalu PHRI Balikpapan juga menggelar agenda serupa di Surabaya.
Semangat sinergi ini melahirkan efek domino yang positif. Terinspirasi dari efektivitas Table Top, PHRI Balikpapan kini tengah merancang agenda promosi luar negeri ke Brunei Darussalam, memanfaatkan akses penerbangan langsung yang kini telah tersedia.
Langkah 'jemput bola' yang dilakukan Surabaya di Balikpapan ini membuktikan bahwa di tengah persaingan industri pariwisata yang makin dinamis, kunci utamanya terletak pada kolaborasi, jalinan relasi yang erat, dan keberanian untuk terus bergerak. (*)
Editor : Ismet Rifani