KALTIMPOST, Yogyakarta – Smart Classroom menjadi salah satu konsep yang mulai banyak diterapkan untuk mendukung transformasi pendidikan digital di Indonesia. Melalui integrasi Artificial Intelligence (AI) dan teknologi visual interaktif, Epson Indonesia memperlihatkan bagaimana ruang kelas dapat berubah menjadi lebih menarik, kolaboratif, dan efektif bagi guru maupun siswa.
Gagasan tersebut diperkenalkan dalam seminar bertajuk "Membangun Kelas Digital Melalui Integrasi Artificial Intelligence (AI) dan Teknologi Interaktif" yang berlangsung di Yogyakarta pada 23 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan kolaborasi PT Epson Indonesia dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta serta Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (Balai Tekkomdik) DIY.
Seminar tersebut diikuti kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, hingga tenaga kependidikan dari berbagai sekolah di Yogyakarta. Mereka diajak memahami bagaimana pemanfaatan AI dan teknologi digital mampu menghadirkan proses belajar yang lebih interaktif sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan.
Plt Kepala Balai Tekkomdik DIY, Drs. Raden Suci Rahmadi, mengatakan transformasi pendidikan tidak dapat berjalan sendiri. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri agar inovasi teknologi benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik.
Baca Juga: Diikuti 24 Tim, Piala Soeratin RegionalKukar Digeber
Perkembangan Artificial Intelligence, teknologi visual, dan konsep Smart Classroom kini dinilai bukan lagi sekadar tren. Ketiganya telah menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pembelajaran modern yang mampu meningkatkan partisipasi siswa di dalam kelas.
Sebagai perusahaan teknologi, Epson Indonesia menghadirkan berbagai solusi visual yang dirancang untuk mendukung digitalisasi ruang kelas. Solusi tersebut meliputi proyektor layar besar, Epson Educart, hingga proyektor interaktif Ultra Short Throw yang memungkinkan guru dan siswa berinteraksi langsung menggunakan pena digital maupun sentuhan jari.
Head of Corporate & Government Sales PT Epson Indonesia, Zanipar S.A. Siadari, menegaskan bahwa Smart Classroom bukan hanya soal menghadirkan perangkat canggih ke ruang kelas. Yang terpenting adalah menciptakan pengalaman belajar yang setara bagi seluruh siswa.
"Bagi Epson, Smart Classroom bukan sekadar menghadirkan teknologi ke dalam ruang kelas. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut mampu menciptakan pengalaman belajar yang setara, di mana setiap siswa dapat melihat materi dengan jelas, berpartisipasi secara aktif, dan memahami pembelajaran dengan lebih baik," ujar Zanipar.
Untuk memperlihatkan manfaat teknologi tersebut, Epson menghadirkan demonstrasi langsung berbagai solusi Smart Classroom. Peserta seminar dapat melihat bagaimana teknologi visual digunakan untuk meningkatkan keterlibatan siswa sekaligus memudahkan guru dalam menyampaikan materi pelajaran.
Demonstrasi ini menunjukkan bahwa ruang kelas digital tidak hanya membuat pembelajaran lebih menarik secara visual. Teknologi interaktif juga membuka peluang kolaborasi yang lebih aktif antara guru dan siswa sehingga proses belajar menjadi lebih efektif.
Pada sesi berikutnya, Oki Pambudi, S.Pd., M.Pd., Fungsional PTP Balai Tekkomdik Disdikpora DIY, menjelaskan pemanfaatan Artificial Intelligence dalam dunia pendidikan. Ia menekankan bahwa AI harus digunakan secara bijak, aman, dan bertanggung jawab tanpa menggeser peran guru sebagai fasilitator utama pembelajaran.
Selain memperkenalkan konsep Smart Classroom, Epson juga membawa beragam perangkat yang dirancang khusus untuk kebutuhan sekolah. Produk tersebut mencakup proyektor 3LCD seri EB-E600 dan EB-X600 dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 53 persen, proyektor EB-W56S Short Throw, proyektor interaktif laser EB-770Fi, printer EcoTank A4 dan A3, scanner dokumen seri ES-C330, ES-C320W, ES-C380W, hingga proyektor laser EB-PU2220B berkecerahan 20.000 lumen untuk auditorium.
Baca Juga: Curi Motor Buat Nikah, Pria di Kutim Diciduk Polisi saat Bersama Kekasihnya di Penginapan
Rangkaian solusi tersebut dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan sekolah, mulai dari kegiatan belajar mengajar di ruang kelas hingga administrasi dan digitalisasi arsip. Epson meyakini bahwa kombinasi perangkat dan teknologi visual mampu mempercepat penerapan pembelajaran digital di Indonesia.
Melalui kolaborasi bersama Balai Tekkomdik DIY, Epson berharap semakin banyak institusi pendidikan mengadopsi Smart Classroom sesuai kebutuhan masing-masing. Sinergi pemerintah, sekolah, dan industri diyakini menjadi kunci mempercepat transformasi pendidikan digital sekaligus mewujudkan ekosistem Smart School di Indonesia.
Editor : Agus Prayitno