KKN UM 2026 Usung Pendekatan SDGS, Program Mahasiswa Disusun Berdasar Kebutuhan Masyarakat 

Maria Irham • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 19:16 WIB
RESMI JALANI KKN: Rektor Universitas Mulia, Agung Sakti Pribadi menyematkan kartu identitas peserta KKN kepada salah satu mahasiswa sebagai penanda resmi dimulainya pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Tahun 2026.
RESMI JALANI KKN: Rektor Universitas Mulia, Agung Sakti Pribadi menyematkan kartu identitas peserta KKN kepada salah satu mahasiswa sebagai penanda resmi dimulainya pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Tahun 2026.

BALIKPAPAN- Universitas Mulia (UM) kembali melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat. Sebanyak 525 mahasiswa peserta KKN, resmi dilepas langsung oleh Rektor Universitas Mulia, Agung Sakti Pribadi di Ballroom Cheng Hoo, Senin (27/7). 

Pada pelaksanaan KKN angkatan VII ini, mengusung konsep Tematik Berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) yang menempatkan mahasiswa sebagai agen perubahan melalui program-program yang disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat di lokasi pengabdian.

Pelaksana Tugas (Pjs.) Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Mulia, Henny Okta Piyani menjelaskan bahwa tema tersebut dipilih untuk menghubungkan kompetensi akademik mahasiswa dengan tantangan yang dihadapi masyarakat, sehingga setiap program kerja memiliki arah yang jelas, terukur, dan berorientasi pada keberlanjutan.

“KKN Universitas Mulia tahun 2026 mengusung KKN Tematik Berbasis Sustainable Development Goals (SDGs). Tujuannya adalah mengintegrasikan keilmuan mahasiswa dengan kebutuhan masyarakat melalui program yang berdampak, berkelanjutan, dan mendukung pencapaian target SDGs sesuai potensi serta permasalahan di lokasi KKN,” ujarnya.

Menurut Henny, kesiapan mahasiswa menjadi perhatian sejak sebelum penerjunan ke lokasi. LPPM telah menyelenggarakan pembekalan yang tidak hanya membahas konsep KKN Tematik berbasis SDGs, tetapi juga etika bermasyarakat, penyusunan program kerja, hingga pemanfaatan Sistem Informasi KKN sebagai sarana administrasi dan pelaporan.

Selain itu, LPPM melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan mitra di lokasi KKN untuk memastikan program mahasiswa dapat berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat. Pendampingan selama pelaksanaan dilakukan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), sementara proses monitoring dan evaluasi didukung oleh Sistem Informasi KKN yang memungkinkan perkembangan setiap kelompok dipantau secara terintegrasi.

“Seluruh proses administrasi, pelaporan, dan monitoring kegiatan dilakukan melalui Sistem Informasi KKN sehingga perkembangan setiap kelompok dapat dipantau secara real time dan terintegrasi,” jelasnya.

Henny menambahkan, keberhasilan pelaksanaan KKN tidak hanya dinilai dari jumlah program yang terlaksana, tetapi juga dari relevansi program terhadap kebutuhan masyarakat serta kemampuan mahasiswa dalam membangun kolaborasi dan menyelesaikan persoalan yang ditemui di lapangan.

“Keberhasilan diukur dari kemampuan mahasiswa menghasilkan program yang sesuai kebutuhan masyarakat, meningkatnya kompetensi kolaborasi dan pemecahan masalah, serta adanya manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Seluruh capaian dimonitor melalui Sistem Informasi KKN sehingga evaluasi dilakukan secara objektif dan terdokumentasi,” ungkapnya.

Melalui pendekatan tersebut, LPPM berharap KKN menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan dinamika kehidupan masyarakat. Kehadiran mahasiswa diharapkan tidak hanya menjalankan program yang telah direncanakan, tetapi juga mampu membangun kemitraan dengan pemerintah setempat dan warga untuk menghasilkan solusi yang dapat terus dikembangkan setelah masa KKN berakhir.

“Kami berharap mahasiswa dan Dosen Pembimbing Lapangan membangun kolaborasi yang baik dengan masyarakat, melaksanakan program secara profesional, serta memanfaatkan Sistem Informasi KKN untuk pelaporan dan monitoring kegiatan. Dengan demikian, KKN tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran Universitas Mulia dalam pengabdian kepada masyarakat,” tutup Henny. (*)

 

Editor : Ismet Rifani
KKN 2026 Usung Pendekatan SDGS Universitas Mulia Balikpapan Agung Sakti Pribadi