KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Di tahun yang baik ini dan sebagai kelanjutan program kemitraan sekolah internasional yang dijalin SD Islam Fastabiqul Khairat Samarinda dengan Vasse Primary School di Western Australia, tidak hanya menghadirkan pertukaran budaya, tetapi juga melahirkan inovasi pembelajaran yang berdampak langsung bagi peserta didik.
Salah satu hasil nyata dari kolaborasi tersebut ialah penerapan konsep wellness untuk membantu siswa mengenali diri dan mengelola emosi sejak usia dini.
Kemitraan sekolah yang telah terjalin sejak 2020 dan difasilitasi oleh Australia–Indonesia BRIDGE School Partnerships Program mempertemukan sekolah-sekolah di kedua negara untuk saling berbagi praktik baik dalam pendidikan.
Keberlanjutan kemitraan tersebut turut menjadi salah satu praktik baik yang ditampilkan saat kunjungan Konsul Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias, ke SD Islam Fastabiqul Khairat Samarinda pada Rabu (29/7).
Kepala SD Islam Fastabiqul Khairat, Supriyati, mengatakan kerja sama dengan sekolah mitra di Australia tidak sebatas membangun hubungan persahabatan, tetapi juga menjadi ruang bertukar praktik baik dalam dunia pendidikan.
“Dari kemitraan ini kami mengadopsi pembelajaran mengenai wellness. Tujuannya agar anak-anak mampu mengenali dirinya, memahami emosinya, dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Menurut perempuan yang akrab disapa Riri itu, konsep wellness kemudian diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran sehingga tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga penguatan karakter, kesejahteraan, dan kesehatan mental peserta didik.
Sebagai bagian dari hubungan yang saling menguntungkan, SD Islam Fastabiqul Khairat juga memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada sekolah mitra di Australia.
Kerja sama tersebut juga diwujudkan melalui kunjungan perwakilan sekolah, yang diwakili para guru. Pada 2022, dua guru SD Islam Fastabiqul Khairat berkesempatan mengunjungi Vasse Primary School. Kemudian, satu guru kembali berkesempatan mengunjungi sekolah mitra mereka pada 2024.
Pada tahun yang sama, guru dari Vasse Primary School berkunjung ke Samarinda selama sekitar sepekan untuk mengajar di kelas, berbagi praktik pembelajaran, memperkenalkan budaya Australia, serta mengunjungi sejumlah institusi pendidikan dan kawasan konservasi orangutan di Samboja.
Riri mengungkapkan manfaat kerja sama itu juga dirasakan dalam peningkatan kemampuan berbahasa Inggris para siswa. Menurutnya, interaksi yang rutin dengan sekolah mitra membuat siswa lebih percaya diri menggunakan bahasa Inggris dalam berbagai aktivitas pembelajaran.
“Anak-anak kami menjadi lebih senang mengikuti pelajaran bahasa Inggris. Banyak yang semakin lancar berbahasa Inggris. Sebaliknya, siswa di Australia juga menjadi lebih mengenal budaya Indonesia,” ungkapnya.
Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Muchlis, menilai SD Islam Fastabiqul Khairat menjadi salah satu sekolah dasar yang mampu memanfaatkan kerja sama internasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Menurutnya, dampak kemitraan tersebut terlihat dari berbagai capaian sekolah, baik dalam penguatan kompetensi peserta didik maupun prestasi yang konsisten diraih pada berbagai ajang perlombaan.
“Kegiatan seperti ini perlu terus didorong. Keberhasilan sekolah tidak lepas dari dukungan kepala sekolah, guru, yayasan, dan orang tua. Kalau semua unsur mendukung, sekolah akan terus berkembang,” pungkasnya. (Kh)
Editor : Almasrifah