BALIKPAPAN – Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah XI B Komisariat Selatan Kota Balikpapan kembali mempercayakan Agung Sakti Pribadi sebagai ketua periode 2026–2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang diikuti perwakilan 11 perguruan tinggi swasta (PTS) di Balikpapan, Jumat (31/7).
Ketua STIE Balikpapan, Prof Suhartono, mengatakan seluruh peserta Musda sepakat memberikan mandat kepada Agung Sakti untuk melanjutkan kepemimpinan selama lima tahun ke depan.
"Kami sepakat Pak Agung melanjutkan kepemimpinan dua periode," ujarnya.
Usai terpilih, Agung menegaskan penguatan kolaborasi antarpenguruan tinggi swasta akan menjadi fokus utama APTISI dalam menghadapi bonus demografi sekaligus peluang pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Kami berkomitmen bersinergi. Tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, tetapi bersama-sama memajukan mutu perguruan tinggi swasta dan melahirkan lulusan yang siap kerja," katanya.
Baca Juga: STIE Widya Praja Segera Buka Dua Prodi Baru, Siapkan Transformasi Besar Jadi Institut
Menurut Agung, implementasi Tridharma Perguruan Tinggi akan diperkuat melalui kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya, mulai dari dosen, laboratorium, hingga pelaksanaan program pengabdian yang berdampak lebih luas bagi masyarakat Kalimantan Timur.
Selain itu, APTISI akan memperkuat branding bersama perguruan tinggi swasta untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas PTS di Balikpapan dan Kalimantan Timur. Langkah tersebut juga diharapkan mendukung implementasi program Gratispol, sehingga semakin banyak putra-putri daerah dapat mengakses pendidikan tinggi.
Perluas Kemitraan dengan Dunia Industri
Dalam meningkatkan daya saing lulusan, APTISI akan memperluas kemitraan dengan pemerintah daerah, dunia usaha, BUMN, BUMD, hingga asosiasi profesi. Sinergi tersebut diarahkan untuk memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri.
Program yang disiapkan meliputi magang tersertifikasi, pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), hingga sertifikasi kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja, termasuk sektor-sektor strategis di Kalimantan Timur.
Agung menilai keberadaan IKN menjadi peluang besar bagi perguruan tinggi swasta di Balikpapan untuk berkontribusi dalam penyediaan sumber daya manusia. Karena itu, APTISI akan mendorong pengembangan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan pembangunan IKN, seperti bidang smart city, energi hijau, pariwisata, hingga tata kelola pemerintahan.
PTS di Balikpapan juga berkomitmen menjadi mitra strategis Otorita IKN melalui penguatan riset terapan, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan inkubasi bisnis mahasiswa agar lulusan lokal mampu bersaing dan mengambil peran dalam pembangunan ibu kota negara baru.
"Kami ingin memastikan lulusan PTS di Kaltim tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga memiliki keterampilan dan karakter yang dibutuhkan dunia kerja. Program Gratispol harus diiringi dengan lahirnya lulusan yang benar-benar siap pakai," tegas Agung.
Sebagai tindak lanjut hasil Musda, APTISI Wilayah XI B akan membentuk tim kerja untuk menyusun nota kesepahaman (MoU) antarpenguruan tinggi, menyusun kalender kegiatan Tridharma bersama, serta membangun pusat karier bersama. Langkah tersebut diharapkan menjadi fondasi penguatan sinergi perguruan tinggi swasta dalam meningkatkan kualitas SDM dan mendukung pembangunan Kalimantan Timur sebagai daerah penyangga IKN.
Editor : Muhammad Ridhuan