PKM Dosen dan Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Kaltim Edukasi Bahaya Game Online, Ini yang Diharapkan

Akbar Sopianto • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 07:34 WIB
EDUKASI: Tim dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Kaltim memberikan edukasi kepada remaja di RT 17 Dusun Majenang, Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan, mengenai dampak negatif gim online melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM). (AKBAR/KP)
EDUKASI: Tim dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Kaltim memberikan edukasi kepada remaja di RT 17 Dusun Majenang, Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan, mengenai dampak negatif gim online melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM). (AKBAR/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kepedulian terhadap kesehatan generasi muda terus diwujudkan Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Kali ini, tim dosen dan mahasiswa Jurusan Keperawatan hadir di RT 17 Dusun Majenang, Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan, untuk mengedukasi mengenai dampak negatif gim online bagi remaja.

Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi kesehatan, sekaligus membangun kesadaran remaja agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak. Melalui penyampaian materi yang komunikatif dan interaktif, para peserta diajak memahami risiko penggunaan gim online secara berlebihan terhadap kesehatan fisik, mental, maupun kehidupan sosial.

Baca Juga: Peremajaan Pipa PDAM Sepanjang 750 Meter di Balikpapan Utara, Aliran Air Bersih Diharapkan Optimal

Ketua Tim PKM Dr Andi Lis menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja mengenai dampak jangka panjang bermain gim online tanpa pengendalian waktu yang baik.

"Remaja perlu memahami bahwa penggunaan gim online secara berlebihan tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan mental dan psikologis. Mulai gangguan penglihatan, kecanduan, hingga munculnya ketidakstabilan emosi dan perilaku agresif," ujarnya.

Edukasi sejak dini diharapkan mampu membentuk kebiasaan yang lebih sehat dalam menggunakan teknologi, sehingga para remaja dapat menyeimbangkan aktivitas digital dengan kegiatan positif lainnya.

Menurutnya, masa remaja merupakan fase perkembangan yang sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan, termasuk pesatnya perkembangan teknologi digital. Apabila tidak diimbangi dengan pengawasan dan pengelolaan waktu yang baik, penggunaan gim online secara berlebihan berpotensi memengaruhi perubahan sikap, perilaku, hingga karakter yang berdampak pada kesehatan di masa depan.

Baca Juga: Siswa SD SRT 2 Samarinda Jalani Asesmen, Penentuan Kelas Tak Berdasar Usia

"Melalui kegiatan PKM, kami berharap para remaja semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial, dengan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab," tambahnya.

Antusiasme peserta mendapat apresiasi dari Ketua RT 17 Dusun Majenang, Selo. Dia menyampaikan terima kasih kepada tim dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Kaltim yang telah memilih wilayahnya sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan wawasan baru bagi remaja mengenai bahaya gim online. Harapannya, mereka mampu mengatur waktu dengan lebih baik dan kembali aktif berinteraksi dengan teman maupun masyarakat melalui kegiatan-kegiatan positif, sebagaimana budaya kebersamaan yang dulu sering dilakukan," tuturnya.

Baca Juga: Ayah dan Anak Tewas Terlindas Truk di Balikpapan, Polisi Tetapkan Sopir Jadi Tersangka

Melalui kegiatan PKM tersebut, Poltekkes Kemenkes Kaltim kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan tri dharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Edukasi kesehatan yang diberikan diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang lebih sehat, cerdas, dan bijak dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi digital. (*)

Editor : Dwi Restu A
Sumber : Kaltim Post
game online edukasi pengabdian masyarakat Poltekkes Kemenkes Kaltim