Dorong Kemandiriaan Ekonomi Pesantren, Tim Dosen Gizi Unmul Inisiasi Produksi "Mie Santri"

Akbar Sopianto • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:07 WIB
PENGABDIAN: Tim dosen program studi gizi, fakultas kesehatan Masyarakat kampus Unmul bersama para santriwati usai melaksanakan pengabdian masyarakat.
PENGABDIAN: Tim dosen program studi gizi, fakultas kesehatan Masyarakat kampus Unmul bersama para santriwati usai melaksanakan pengabdian masyarakat.

KALTIMPOST.ID, Dalam rangka mewujudkan kemandirian gizi dan ekonomi di lingkungan pondok pesantren, Universitas Mulawarman (Unmul) melalui Tim Dosen Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat.

Melalui program pemberdayaan kemitraan masyarakat, tim akademisi ini sukses mendampingi Pondok Tahfiz Putri MTs–MA Luqman Al Hakim di Samarinda Utara untuk menyulap hasil panen sayur hidroponik menjadi "Mie Santri", sebuah inovasi pangan sehat yang bernilai komersial tinggi.

Program pengabdian ini didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) merupakan Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh pakar gizi Unmul, Nurul Afiah, SGz M Kes sebagai ketua pengabdian masyarakat.

Dalam kegiatan, Nurul Afiah tidak sendirian, hadir juga Dietisien dari Prodi Gizi FKM Unmul, Ika Wirya Wirawanti, S Gz MSi, serta menggandeng pakar teknologi hasil pertanian, Nuzlul Musdalifah, S TP M Si dari Fakultas Pertanian Unmul.

Kemudian, turut melibatkan dua mahasiswa sebagai pendamping dari Prodi Gizi, Anindhita Reva Agustin dan Nayla Najwa Khairina.

Dijelaskan Nurul Afiah, pengabdian masyarakat ini di dasari oleh pembacaan situasi yang komprehensif.

Selama ini, kebun hidroponik pesantren memiliki potensi besar, namun hasilnya sekadar dijual segar seharga Rp10 ribu per ikat di kalangan wali santri.

Di sisi lain, para dosen mendapati fakta kesehatan bahwa hampir setengah santri putri di pondok tersebut mengalami anemia, utamanya akibat rutinitas pola makan yang monoton dan didominasi karbohidrat.

Merespons kondisi tersebut, tim dosen Gizi Unmul merumuskan formulasi "Mie Santri" (Sehat Cegah Anemia Remaja Putri). 

Tim dosen gizi Unmul inisiasi produksi Mie Santri.
Tim dosen gizi Unmul inisiasi produksi Mie Santri.

Mie hijau ini berbahan dasar sawi dan selada hidroponik, diciptakan khusus tanpa pewarna maupun pengawet sintetis agar aman dikonsumsi sekaligus memiliki daya simpan dan nilai jual yang jauh lebih tinggi dibandingkan sayur segar.

"Kita juga melihat mie santri ini di jual didukung formulasi gizi teruji. Sebagai produk inovasi yang dikembangkan oleh akademisi gizi, kualitas "Mie Santri" dipastikan melalui uji laboratorium guna menjamin daya saingnya di pasaran," jelasnya.

Sementara itu, apresiasi datang dari Kepala Pondok Tahfiz Putri MTs-MA Luqman Al Hakim, Ani Chaerani didampingi Wakil Kesiswaan, Amaliatu Nisa memberikan apresiasi pelaksanaan program ini karena terbukti membawa dampak positif secara langsung.

Program dari tim dosen ini tidak hanya memperluas wawasan gizi para santri, tetapi juga membekali mereka dengan keahlian praktis dalam mengolah makanan yang memiliki nilai ekonomi lebih.

Kesuksesan kegiatan ini sangat dipengaruhi oleh antusiasme dan partisipasi aktif dari santri beserta pihak pengelola pesantren.

“Untuk itu kami dari pengurus ponpes menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim dosen pengabdian dari Unmul. Langkah ini ditujukan untuk mencukupi asupan nutrisi harian para santriwati di dalam pondok, sekaligus membuka jalan bagi terciptanya sumber pendapatan tambahan. Lebih jauh lagi, skema kemandirian pangan bagi ponpes,” tuturnya.

Editor : Hernawati
UNMUL ponpes FKM pengabdian masyarakat